Tugusatu.com- Bupati Lamongan Yuhronur Efendi gencar bersilaturahmi menyambangi warga selama Ramadan 2026. Momen itu sekaligus menjadi ajang menyampaikan capaian kinerja pemerintah. Termasuk memastikan hasil pembangunan merata dirasakan masyarakat.
“Pembangunan di Lamongan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya terlihat dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari meningkatnya kualitas SDM dan kesejahteraan warga,” tegas Bupati akrab disapa Pak Yes saat Safari Ramadan di Masjid Sabilillah Desa Sugio, Kecamatan Sugio, Selasa (3/3/2026).
Pak Yes pada momen bertemu masyarakat dan pemangku kepentingan selalu menyampaikan progres pembangunan daerah. Saat ini, kinerja pembangunan infrastruktur terealisasi melalui program prioritas Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula). Capaian di akhir tahun 2025, tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai sekitar 60,21 persen. Sebanyak 58 ruas jalan terbangun atau 24.700 meter jalan dalam kondisi baik.
“Satu tahun kepemimpinan saya dan Wakil Bupati Lamongan Mas Dirham berkomitmen melaksanakan pembangunan utuh dan berkelanjutan. Yang mencakup pembangunan fisik dan non fisik. Pada pembangunan fisik, peningkatan yang teraktualisasi akan berdampak langsung pada kelancaran konektivitas antarwilayah, distribusi hasil pertanian, serta efisiensi mobilitas masyarakat,” tutur orang nomor satu di Kota Soto.
Adapun di bidang pembangunan desa, sebanyak 277 desa berstatus mandiri. Sedangkan lainnya telah berstatus maju. Capaian itu menunjukkan penguatan pembangunan berbasis desa yang semakin merata.
Sementara itu, pembangunan non fisik terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan tercatat berada pada angka 75,90 di tahun 2024 (menunjukkan tren peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat). IPM Kabupaten Lamongan meningkat di tahun 2025 terealisasi 76,81.
Dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, Pemkab Lamongan juga mengoptimalkan realisasi program nasional. Salah satunya melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang terus berkembang di berbagai desa sebagai wadah pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan distribusi kebutuhan pokok.
Pada sektor unggulan daerah, pertanian tetap mendominasi peningkatan ekonomi Lamongan. Produksi padi mencapai lebih dari 1 juta ton gabah kering panen per tahun, menjadikan Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur hingga nasional. Selain padi, komoditas jagung, kedelai, perikanan, dan peternakan turut menunjukkan tren produktivitas yang positif.
Melalui pembangunan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis mampu mewujudkan daerah yang maju, berdaya saing, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (*)






