Diskopindag Kota Malang Lanjutkan Tren Positif Program Pendampingan UMKM

Kepala Bidang UMKM Diskopindag Kota Malang, Farid Suaidi bersama 150 pelaku usaha meluncurkan dimulainya program pendampingan UMKM terpilih 2026. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Kepala Bidang UMKM Diskopindag Kota Malang, Farid Suaidi bersama 150 pelaku usaha meluncurkan dimulainya program pendampingan UMKM terpilih 2026. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Jawa Timur, meluncurkan dimulainya program pendampingan UMKM terpilih 2026. Sebanyak 150 pelaku usaha mengikuti fasilitasi program di Malang Creative Center (MCC), Rabu (4/3/2026).

“Tahun ini ada 150 pelaku usaha dan 30 fasilitator. Setiap fasilitator mendampingi 5 pelaku UMKM,” tegas Kepala Bidang UMKM Diskopindag Kota Malang, Farid Suaidi.

Pelaku UMKM terpilih itu hasil seleksi yang dimulai sejak Januari lalu. Mereka merupakan pelaku usaha aktif dan pernah mengikuti kelas klinik bisnis. Program ini memberikan manfaat bagi UMKM berpotensi besar naik kelas dan bisnis yang berdaya saing.

Menurut Farid, kinerja program tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2025 dengan capaian 30 pelaku usaha dengan 5 orang pendamping. Kinerja meningkat membuat lebih banyak UMKM naik kelas dari sisi kelengkapan perizinan usaha, pemasaran, kualitas produk sampai omzet. Selain itu, Diskopindag memfasilitasi pameran di berbagai daerah.

“Ada produk batik sekarang pasarnya sampai Pekanbaru dan batam. Omzet sudah pasti meningkat,” ujarnya.

“Pada awal pendampingan, fasilitator akan menganalisis dan evaluasi produk bernilai jual,” katanya.

Selanjutnya, kelengkapan legalitas dicek. Lalu, mereka diarahkan ke Diskopindag bila ada UMKM perlu sertifikat merek dan sertifikasi halal. Semua itu fasilitasnya gratis.

Sesuai silabus fasilitator, pendampingan selama setahun program secara terstruktur. Termasuk penguatan manajemen usaha, akses jejaring, dan keberlanjutan bagi mereka yang terpilih.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mengapresiasi kinerja Diskopindag dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Program yang sudah bergulir sesuai usulan Komisi B ini bergulir secara berkelanjutan. Sebab, sasaran lebih menyeluruh dan lengkap dari sebelumnya sporadis.

“Saya kira bagus, program ini harus berkelanjutan,” kata Bayu.

Menurut Bayu, progres capaian kinerja bisnis UMKM meningkat di akhir program. Hasil evaluasi pada 2025, omzet semua peserta meningkat. Pelaku UMKM pun naik kelas setidaknya dari sisi legalitas yang lengkap. Alhasil, UMKM naik kelas kian banyak berkontribusi meningkatkan perekonomian Kota Malang tumbuh 5,92% pada 2025.

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Tim editor