Tugusatu.com- Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nadhlatul Ulama (NU) memberikan berkah signifikan bagi pelaku usaha perhotelan, jasa wisata dan UMKM. Harlah NU itu di Stadion Gajayana Malang 7-8 Februari 2026 diikuti 100 ribu jemaah.
“Kami sudah mengimbau pengelola wisata dan Pokdarwis, bahwa para jemaah tentu tidak hanya mengikuti mujahadah, pastinya juga berwisata,” tegas Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, kemarin.
Karena itu, Baihaqi menekankan pada Pokdarwis yang berdekatan dengan Stadion Gajayana agar lebih memperhatikan dan menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan lingkungan objek wisata masing-masing.
Harlah NU yang berbarengan dengan gelaran Proliga 2026 di Gelanggang Olahraga Ken Arok meningkatkan perputaran uang di Kota Malang. Imbasnya, Kota Malang menjadi pusat bertemunya pengunjung berbagai daerah yang memberikan berkah bagi pelaku usaha. Alhasil, pendapatan perhotelan, restoran, objek wisata, dan UMKM bakal meningkat signifikan.
Para pengunjung datang di Malang bukan saja untuk keperluan Harlah semata, melainkan mereka pasti ingin berwisata dan belanja. Begitu juga penonton bola voli tentu menikmati suasana kota yang atraktif.
“Laporan dari perhimpunan pengusaha hotel dan restoran, hotel di Kota Malang sudah overload. Kalaupun tidak ada Harlah dan Proliga, hunian hotel rata-rata 50%-60% per hari. Bila akhir pekan bisa penuh,” katanya.
Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi akrab disapa Ki Demang mengatakan kampung tematik sudah berbenah sehingga berkembang dan maju.
Kini, kampung tematik semakin nyaman dikunjungi. Saban hari, kampung yang asri menjadi daya tarik sebagai destinasi wisata unggulan menyatu dengan suasana kota yang ramah lingkungan. Di Kampung Budaya Polowijen, kerap menjadi tujuan wisata, termasuk bertemunya para pelaku seni dan budaya.
Selama gelaran Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU dan Proliga 2026, Ki Demang memperkirakan kampung tematik di sekitar Stadion Gajayana pasti paling ramai pengunjung.
Kebanyakan pengunjung bakal menikmati berwisata di Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Tridi Kesatrian, Kampung Tempe Sanan, dan Kampung Heritage Kayutangan Kauman.
“Pengunjung bisa membeli produk UMKM di Kampung Sanan dan Kayutangan Heritage karena tempat itu pusat oleh-oleh,” ujarnya.






