Tugusatu.com- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Jawa Timur, mulai menyiapkan tujuh pos pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Tujuh pos terdiri dari pos pantau, pos pelayanan, dan pos pengamanan,” tegas Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra usai rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan pendirian pos sejalan dengan hasil rapat koordinasi lintas sektoral nasional serta evaluasi penyelenggaraan mudik tahun sebelumnya.
Adapun lokasi pos berada di beberapa titik yakni, pos pantau Kacuk, pos pantau Kedungkandang, pos pelayanan dekat stasiun kereta api, pos pengamanan Mitra 1, pos pengamanan exit tol Madyopuro, pos pengamanan jembatan Universitas Brawijaya.
Selama masa mudik dan balik Lebaran, lanjutnya, rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional. Rekayasa lalu lintas ini penerapannya bersifat situasional, yang berarti tidak ada skema penutupan jalan atau contraflow secara permanen.
“Rekayasa lalu lintas sifatnya insidentil. Tidak harus ditutup, tidak harus contraflow. Nanti melihat kondisi di lapangan,” jelasnya.
Sedangkan pengaturan lalu lintas sesuai tingkat kepadatan titik tertentu mengingat Kota Malang menjadi daerah tujuan sekaligus daerah lintasan kendaraan pemudik. Daerah lintasan itu menuju Kota Batu, Kabupaten Malang, dan arah Blitar.
Karena itu, Dishub telah memetakan sekaligus mengantisipasi titik rawan kepadatan, di antaranya kawasan perdagangan Mall Olympic Garden (MOG), Pasar Besar, Ramayana, sejumlah pusat oleh-oleh, Malang Town Square (Matos) dan Mall Dinoyo.
Tidak hanya itu, jalan nasional dan provinsi juga menjadi perhatian seperti di Jalan Raden Intan, Gatot Subroto, Ahmad Yani, Borobudur hingga kawasan Dinoyo dan Sengkaling.
Dengan skema tersebut, Dishub Kota Malang berharap arus mudik dan balik Idul Fitri 2026 dapat terkendali dan berjalan secara optimal.






