Tugusatu.com- Komisi C DPRD Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan kinerja infrastruktur Pemkot Malang selama setahun ini perlu peningkatan kendati sejumlah program sudah terealisasi.
“Kinerja belum optimal terutama bidang infrastruktur pada penanganan sampah dan banjir. Seharusnya mitigasi diperkuat agar persoalan itu cepat tuntas,” tegas Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, Selasa (3/3/2026).
Anas menilai persampahan dan banjir harus segera tertangani secepatnya mengingat persoalan perkotaan itu menjadi perhatian publik.
“Saya belum melihat goodwill terkait hal itu, sebab dari sisi anggaran belum mencerminkan perhatian meski sudah ada penanganan banjir di Jalan Soekarno Hatta, tapi itu kan proyek Provinsi Jatim,” katanya.
Selain penanganan banjir, persoalan persampahan perlu mendapatkan perhatian serius. Saat ini, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Supit Urang Malang perlu perhatian meski TPA telah menerapkan sanitary landfill dari semula control landfill. Upaya pengurangan sampah melalui proses pengolahan di hulu sampai hilir diperlukan guna mencegah TPA cepat penuh.
Solusinya, Pemkot Malang harus memiliki komitmen, niat baik, dan kesungguhan dalam menangani persampahan secara komprehensif dan terintegrasi di tengah tantangan efisiensi anggaran pemerintah.
“Penanganan sampah perlu anggaran tidak kecil karena butuh revitalisasi tempat pembuangan sementara sampah (TPS) yang kebanyakan berada di pinggir jalan. TPS 3R juga perlu dana untuk pengoptimalan. Begitu juga TPA Supit Urang yang menerapkan sanitary landfill perlu peningkatan pengolahan sampah menjadi energi. Ini semua perlu goodwill pemda,” ujarnya.
Kendati kinerja penanganan sampah dan banjir dinilai belum optimal, tetapi Anas mengapresiasi atas terealisasinya sejumlah program seperti seragam gratis. Termasuk program RT Berkelas yang perencanaannya pada tahun 2025, lalu bergulir tahun 2026.
Sesuai data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Kota Malang tahun 2025 sebanyak 732,14 ton per hari atau 267.230,53 per tahun. Pengurangan sampah 815,68 ton per tahun atau 0,31%. Dengan demikian, penanganan sampah sebanyak 263.666,03 ton per tahun atau 98,67%. Adapun sampah terkelola sebanyak 264.481,71 ton per tahun atau 98,97%. Sedangkan daur ulang sampah mencapai 806,47 ton per tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan penanganan banjir secara rutin melakukan normalisasi dan membuat saluran melalui sudetan kendati anggaran menurun lantaran penyesuaian efisiensi.
“Terkait penanganan banjir di Jalan Suhat, sekarang sedang dievaluasi penyebabnya, ada pertimbangan hujan intensitas tinggi. Sekarang masih proses evaluasi,” ucapnya. (*)






