Tugusatu.com- Kinerja Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meningkat signifikan dalam setahun kepemimpinan Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.BA, M.EK dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, S.T, B.Eng, M.Sc (Yuhronur-Dirham).
Capaian positif dibuktikan dengan kualitas hidup masyarakat yang membaik berimbas pada kesejahteraan. Hal itu ditandai dengan terjaminnya kesehatan, pendidikan memadai, dan taraf hidup layak.
Namun, tantangan pembangunan masih membentang. Karena itu, Yuhronur-Dirham gercep menerapkan program pendidikan berkualitas dan gratis bagi warga miskin (Perintis) selaras dengan RPJMN 2025-2029.
“Berbagai program beasiswa dan peningkatan akses ke sekolah terus diperluas,” tegas Bupati Yuhronur Efendi akrab disapa Pak Yes, kemarin.
Kebijakan daerah yang mendukung peningkatan angka partisipasi sekolah pun digenjot agar rata-rata lama sekolah setara dengan program wajib belajar 13 tahun.
Yuhronur-Dirham berkomitmen mewujudkan misi menguatkan daya saing sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak serta adaptif terhadap perubahan zaman. Tujuannya, meningkatkan kualitas pembangunan manusia yang berdaya saing.
Sejak Presiden Prabowo Subianto melantik kepala daerah pada 20 Februari 2025, Pemkab Lamongan telah merealisasikan 7.598 siswa dan mahasiswa menerima beasiswa dari jenjang SD/MI hingga S2 pada tahun 2025.
“Sampai tahun 2025 sudah ada 7.598 beasiswa Perintis yang tersalurkan. Ini menunjukkan bahwa kita semua terus berupaya pendidikan di Lamongan ini bisa dinikmati oleh siapa saja, seluruh lapisan masyarakat mempunyai kesempatan yang sama,” tuturnya.
“Insyaallah ini juga kita persiapkan untuk sekolah rakyat, dari SD, SMP, SMA. Sekarang, masih setingkat SMA yang ada di Brondong. Sudah ada 75 siswa diasramakan dan semuanya gratis diberi akomodasi,” imbuh Pak Yes.
Saat ini, capaian kinerja bidang pendidikan begitu mengesankan. Rata-rata lama sekolah pada tahun 2025 meningkat menjadi 8,73 tahun ketimbang 2024 sebesar 8,48 tahun. Begitu juga harapan lama sekolah mengalami kenaikan menjadi 14,04 tahun dibandingkan 2024 sebesar 14,03 tahun. Hal ini mencerminkan kian besarnya peluang anak-anak di Lamongan mengenyam pendidikan formal.
Semua capaian itu diperkuat setelah 75 siswa mengikuti program Sekolah Rakyat. Aktualisasi program nasional juga dapat dilihat dari berlangsungnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau 301.875 penerima manfaat didukung 109 SPPG aktif.
“Program nasional ini sebagai bagian dari penguatan generasi emas Lamongan,” kata Pak Yes.
Sedangkan bidang kesehatan didorong akselerasi prioritas Lamongan Sehat melalui program Lamongan Sehat Sejahtera dengan Kunjungan Rumah (Laserku). Dalam setahun terakhir, home care service telah menjangkau 1.456 orang. Capaian diperkuat dengan aktivasi RSUD Ki Ageng Brondong konsisten memperluas akses layanan.
Program Laserku sejalan program nasional cek kesehatan gratis (CKG) terealisasi 36% penduduk sebesar 492.301 jiwa sepanjang 2025. Target ini terlampaui lantaran tingkat kehadiran mencapai 512.516 atau 105,93% dan 452.894 warga telah terlayani.
Penerapan program daerah yang selaras program nasional membuat IPM Kabupaten Lamongan meningkat di tahun 2025 terealisasi 76,81 ketimbang tahun 2024 sebesar 75,9. Peningkatan ini signifikan selama lima tahun terakhir karena tahun 2020 di angka 73,44.
Kinerja yang terus membaik memiliki dampak berganda pada daya saing daerah, peluang investasi, dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.(*)






