Angkot Digelontor Rp1,8 Miliar Layani Pelajar Kota Malang Terhubung Selter Trans Jatim

Bus Trans Jatim melintasi kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Bus Trans Jatim melintasi kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Dinas Perhubungan Kota Malang, Jawa Timur, menyediakan anggaran Rp1,8 miliar untuk pelayanan angkutan pelajar yang terhubung dengan selter bus Trans Jatim.

“Anggaran Rp1,8 miliar (melibatkan) sekitar 80 angkot untuk melayani semua pelajar di Kota Malang,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Shaleh Putra, kemarin.

Ia menjelaskan pelayanan angkot untuk pelajar ini menggunakan sistem Buy The Service (BTS). Dalam konteks ini, pemda memberikan subsidi melibatkan pihak swasta dalam pelayanan transportasi perkotaan.

Adapun penerapan pelayanan memanfaatkan angkot sebagai feeder yang terhubung langsung dengan selter bus Trans Jatim. Sedangkan jumlah feeder yang terhubung dengan selter sekitar 60 lokasi tersebar di Kota Malang sampai Kota Batu.

“Eksisting angkot sebagai feeder berhubungan langsung dengan selter Trans Jatim memberikan manfaat angkutan kota gratis untuk pelajar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana mengatakan angkutan sekolah berupa bus dan mobil elf tetap beroperasi. Sebab, ada banyak sekolahan belum terjangkau angkot umum.

Sejumlah sekolah yang belum dilewati trayek angkot antara lain SMP Negeri 27 Malang dan SMP Negeri 22 Malang. Tidak hanya itu, sejumlah SD juga masih membutuhkan angkutan sekolah karena tidak adanya jalur angkot.

Menurut Suwarjana, selama seluruh wilayah sekolah belum terjangkau trayek angkot, maka armada sekolah tetap dioperasikan guna menunjang mobilitas siswa. Saat ini armada yang dimiliki Disdikbud sebanyak 13 unit terdiri dari 6 bus sekolah dan 7 unit elf.

ISSN 3063-2145
Penulis: Maghfirotul HasanahEditor: Bagus Suryo