Tugusatu.com- Badan National Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan percepatan penanganan banjir akibat luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
“Kami ingin persoalan banjir di Lamongan bisa terselesaikan. Yang paling penting adalah bagaimana menambah pompa dan melihat kemungkinan penggunaan pompa berkapasitas besar agar air di daerah terdampak bisa segera teratasi,” tegas Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan.
Saat meninjau wilayah terdampak banjir di Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Jumat (20/2), BNPB menambah 1 unit pompa mobile kapasitas 500 liter/detik, 5 unit perahu, dan tenda untuk memperkuat penanganan banjir.
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengintensifkan upaya penanganan banjir yang masih menggenangi lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan optimalisasi pompanisasi menjadi langkah strategis dan efektif dalam mempercepat penurunan debit air.
“Langkah yang bisa kita lakukan saat ini adalah pompanisasi, karena untuk mengurangi debit air dengan cara lain dampaknya kurang efektif,” jelasnya.
Pantauan terkini, permukaan air yang menggenangi sejumlah lokasi selisih 66 sentimeter dibandingkan permukaan Bengawan Solo. Akibatnya, air sulit mengalir secara optimal.
Pemkab Lamongan berharap intensitas hujan tidak meningkat agar pengendalian debit air dapat berjalan maksimal.
Adapun banjir yang terjadi di kawasan Bengawan Jero merupakan fenomena tahunan yang dipengaruhi oleh intensitas hujan. Sedangkan seluruh aliran air dari 15 kecamatan bermuara ke Bengawan Jero, sebagai satu-satunya saluran pembuangan utama, dengan pintu air Kuro sebagai titik kunci.
Namun, saat ini pintu Kuro juga belum dapat dibuka lantaran debit air di Bengawan Solo masih tinggi. Upaya terus dilakukan dengan memaksimalkan kinerja 15 pompa yang beroperasi di lapangan ditambah dua pompa aktif lainnya. Setiap pompa mampu mengeluarkan air selama 14 jam per hari dengan kapasitas sekitar 549 liter/detik.






