Tugusatu.com- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menekankan pentingnya skala prioritas melibatkan masyarakat secara utuh dalam membahas Musrenbang di Kecamatan Lowokwaru. Pasalnya, kecamatan itu begitu dinamis lengkap dengan problematika yang lebih kompleks.
“Memang yang harus banyak kita perhatikan di Lowokwaru karena jumlah perguruan tinggi terbanyak,” tegas Wahyu Hidayat di Kecamatan Lowokwaru, Rabu (4/2/2026).
Kecamatan Lowokwaru menjadi perhatian lantaran memiliki dinamika paling tinggi ketimbang kecamatan lainnya. Sebab, kecamatan ini memiliki kepadatan penduduk terbanyak para pendatang terutama mahasiswa dari berbagai daerah. Potensi kerawanan pun kerap terjadi terutama gesekan antarwarga.
Karena itu, ia memberikan arahan agar dalam membahas Musrenbang melibatkan semua warga termasuk para pendatang sehingga aspirasi mereka terakomodir secara utuh.
“Nah, ini saya harapkan nanti dalam penyusunan Musrenbang, untuk menyiapkan RKPD 2027, benar-benar menjadi satu skala prioritas yang nanti bisa kita realisasikan,” katanya.
Ia mengingatkan ada visi dan misi, serta program unggulan dengan mengusung kearifan lokal. Semua itu sejalan program strategis nasional 2025-2029 dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, seluruh tahapan Musrenbang harus ada dasarnya sesuai aturan.
Dalam Musrenbang juga diingatkan soal Dasa Bakti Unggulan Kota Malang sebagai pelengkap dan penguat pembangunan, yakni Ngalam nyaman, Ngalam asyik, Ngalam seger, Ngalam rijik, Ngalam idrek, Ngalam santun, Ngalam pinter, Ngalam laris, Ngalam tahes, Ngalam ngopeni.
“Jangan lupa juga kita punya satu visi misi yang nanti harus kita jabarkan, ada dasa bakti unggulan, itu jadi dasar kita untuk bisa membuat RKPD 2027. Jadi secara hierarki tidak bertentangan dengan yang ada di atasnya,” tutur Wahyu.
Ketua DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan Kecamatan Lowokwaru menjadi acuan utama dalam pembentukan RKPD tahun 2027 karena permasalahannya lebih kompleks.
“Perlu kebijakan khusus untuk wilayah ini. Sebab, Lowokwaru ini menghadapi permasalahan perkotaan seperti konflik sosial, drainase, sampah dan lingkungan, parkir serta lalu lintas, hingga penguatan UMKM dan ekonomi lokal. Ini mestinya menjadi perhatian utama dalam Musrenbang,” ucap Amithya.
Pada kesempatan itu, ia memberikan masukan terkait program RT berkelas agar lebih terarah dan dapat menjawab keluhan warga. Karenanya aspirasi masyarakat harus dapat terpenuhi secara efektif dalam perencanaan pembangunan daerah.






