Tugusatu.com- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat telah meresmikan Alun Alun Merdeka yang berfungsi sebagai resapan air, edukasi, olahraga sampai ritual karena berdekatan dengan Masjid Agung Jami’ Malang. Kini, Pemkot Malang tinggal menata pedagang kaki lima (PKL).
Wahyu menjelaskan revitalisasi ruang publik itu rampung atas kerja sama berbagai pihak bersama Pemkot Malang dengan dukungan Bank Jatim.
“Terima kasih Bank Jatim,” tegas Wali Kota Wahyu, kemarin.
Setelah peresmian, Wahyu mengajak masyarakat turut menjaga dan merawat semua fasilitas yang ada. Sebab, Alun Alun Merdeka yang nyaman dikunjungi sebagai wisata edukasi ini milik bersama. Di tempat itu ada arena bermain anak, tersedia fasilitas ibu menyusui, air mancur yang eksotis dan bernilai historis.
“Anak-anak selain bisa bermain, juga ada tempat-tempat untuk membaca. Nanti ada mobil perpustakaan yang selalu standby,” katanya.
Wahyu menekankan alun alun yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau sekaligus resapan air lebih nyaman dikunjungi. Kini, Pemkot Malang tinggal menata pedagang kaki lima guna menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus kebersihan. Ada beberapa alternatif sudah disiapkan, akan tetapi kajiannya perlu melibatkan berbagai pihak.
Saat ini, lanjut Wahyu, kajian terus bergulir mengingat Alun Alun Merdeka menyatu dengan destinasi Kayutangan dan sekitar Balai Kota Malang.
“Saya sampaikan kemarin itu, ada satu kesatuan yang tidak terlepaskan antara Kayutangan Heritage, Splendid, Alun-Alun Merdeka, Balai Kota, stasiun, dan pendapa Kabupaten Malang. Nanti kita tata menjadi satu kesatuan, dan PKL-nya pun juga nanti akan kita pecah, tidak hanya di satu tempat, tetapi ada beberapa spot-spot tertentu yang akan kita tempatkan untuk PKL dan tempatnya,” pungkasnya.






