Bahas RKPD 2027, Wali Kota Wahyu Tekankan Perencanaan Kota Metropolitan

Forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (28/1/2026). Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah
Forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (28/1/2026). Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah

Tugusatu.com- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan penerapan konsep kota metropolitan menjadi pilihan tepat sesuai situasi dan kondisi terkini. Hal itu mengemuka saat forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, Rabu (28/1/2026).

“Kami sampaikan saja bahwa konsep yang harus kita lakukan adalah berbasis kondisi yang ada saat ini,” tegas Wali Kota Wahyu.

Wahyu menjelaskan perencanaan pembangunan selama ini masih berbasis kota besar dengan penduduk di bawah 1 juta jiwa. Padahal, penduduk yang tinggal di kota seluas 111,077 kilometer persegi ini sudah lebih dari 1 juta jiwa termasuk mahasiswa berbagai perguruan tinggi dan pekerja. Semestinya, arah pembangunan menerapkan konsep kota metropolitan.

“Mau tidak mau, kalau kita menggunakan konsep kota besar, ya Kota Malang akan begitu-begitu saja, penanganannya juga tidak akan selesai,” ucapnya.

Karena itu, perencanaan struktur kota metropolitan diperlukan guna menyesuaikan perkembangan saat ini. Penerapan konsep itu sekaligus mengantisipasi berbagai persoalan sosial dan problem infrastruktur perkotaan seperti banjir, kemacetan lalu lintas, pengelolaan sampah, dan lingkungan hidup.

“Yang mengajukan, mengusulkan bahwa Kota Malang jadi kota metropolitan adalah Kementerian PU karena melihat situasi kondisi yang ada saat ini,” tuturnya.

Sesuai data BPS, Kota Malang terdiri atas lima kecamatan yang terbagi dalam 57 kelurahan. Jumlah Rukun Warga (RW) sebanyak 559 dan Rukun Tetangga sebanyak 4.316. Jumlah penduduk pada semester 2 tahun 2024 sebanyak 889.359 orang dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 8.007 orang per kilometer persegi. Kepadatan penduduk paling tinggi di Kecamatan Klojen yaitu 11.419 jiwa per kilometer persegi. Bila ditambah mahasiswa dan pekerja, jumlah penduduk yang tinggal di Kota Malang bisa di atas 1 juta jiwa.

Untuk itu, Kota Malang terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menerapkan konsep kota metropolitan. Hal itu sejalan dengan menjaga kualitas lingkungan hidup sembari mengembangkan potensi lainnya berimbas menumbuhkan perekonomian. Di sisi lain, potensi kearifan lokal turut digenjot, Kayutangan dan kampung tematik pun dikembangkan menyatu dengan kawasan heritage.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Wahyu menekankan RKPD tahun 2027 memuat program Kota Malang Mbois berkelas akronim dari mandiri, berbudaya, optimis, indah, sejahtera, berkelanjutan, kolaboratif, efisien, lestari, adaptif, dan sinergis.

Janji politik itu implementasinya melalui Dasa Bakti Unggulan Pemkot Malang sebagai pelengkap dan penguat pembangunan, yakni Ngalam nyaman, Ngalam asyik, Ngalam seger, Ngalam rijik, Ngalam idrek, Ngalam santun, Ngalam pinter, Ngalam laris, Ngalam tahes, Ngalam ngopeni.

ISSN 3063-2145
Penulis: Maghfirotul HasanahEditor: Bagus Suryo