Tugusatu.com, MALANG—BULOG Malang bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan menyalurkan MinyaKita ke pasar-pasar tradisional untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga, mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.
Pemimpin Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, mengatakan stok MinyaKita yang dikelola Bulog Malang saat ini mencapai 136.404 liter. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55.891 liter telah disalurkan ke sejumlah wilayah di Malang Raya dan Pasuruan.
“Distribusi Minyak Kita kami lakukan bersama Diskoperindag ke pasar tradisional agar pasokan tetap terjaga dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, Minyakita didistribusikan dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Sementara harga beli di tingkat pedagang sebesar Rp14.500 per liter.
Penyaluran Minyak Kita dilakukan melalui pasar tradisional SP2KP, Ritel Modern, KDMP dan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK). Untuk wilayah Kabupaten Malang disalurkan sebanyak 7.392 liter dan Kota Malang sebesar 840 liter.
Distribusi juga dilakukan ke pasar tradisional wilayah Kabupaten Pasuruan sebanyak 7.992 liter dan Kota Pasuruan sebesar 7.992 liter. Selain itu, penyaluran melalui RPK, ritel modern, dan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) di wilayah Malang Raya mencapai 31.675 liter.
“Dengan adanya distribusi MinyaKita ini diharapkan bisa menekan harga minyak goreng, sehingga harga di pasaran tetap stabil,” tukasnya.
Berdasarkan pemantauan perkembangan harga, MinyaKita di sebagian pasar SP2KP wilayah Malang dan Pasuruan masih stabil sesuai HET yaitu 15.700 per liter.
Penyaluran MinyaKita tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, Bulog mendapat mandat menyalurkan 35 persen domestic market obligation (DMO) bersama ID Food dan Agrinas Palma.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kab Pasuruan, H. Taufikhul Ghony, SE .M.Si menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan di lapangan. Pengawasan dilakukan agar Minyak Kita benar-benar dijual sesuai HET dan tepat sasaran kepada masyarakat.
“Kami akan terus memantau distribusi dan harga di pasar agar MinyaKita dijual sesuai ketentuan dan tidak memberatkan masyarakat,” katanya.
Selain minyak goreng, kata Nurjulianto, Bulog Malang juga memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman menjelang Ramadan. Bulog terus melakukan penyerapan gabah petani, terutama memasuki musim panen raya, sebagai upaya menjaga ketahanan stok pangan.






