Dinkes Kota Malang Waspada Virus Nipah, Warga Diimbau Jangan Makan Buah Bekas Gigitan Codot

Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Dinas Kesehatan Kota Malang, Jawa Timur, minta masyarakat tak mengonsumsi buah bekas gigitan codot. Pasalnya, kelelawar pemakan buah-buahan itu berpotensi menularkan virus Nipah.

Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif mengatakan masyarakat perlu mewaspadai ketika mengonsumsi buah yang jatuh dari pohon terutama bekas gigitan codot. Buah jatuh dari pohon akibat kelelawar akan berpotensi menularkan virus ketika buah itu dikonsumsi manusia.

“Di Kota Malang ada kelelawar apalagi musim buah. Seperti buah mangga banyak yang jatuh karena kelelawar. Itu perlu diwaspadai. Sebab, virus Nipah itu reservoirnya pada kelelawar,” tegas Husnul Muarif, Senin (2/2/2026).

Husnul menjelaskan selain buah bekas gigitan codot patut diwaspadai, masyarakat juga diingatkan saat mengonsumsi daging harus dimasak sesuai standar kesehatan.

“Daging harus dimasak benar-benar matang,” tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, kasus virus Nipah belum ditemukan di Indonesia. Virus itu banyak ditemukan di India, Bangladesh, dan Malaysia.

Adapun gejala awal akibat virus Nipah ditandai dengan demam, sakit kepala, dan badan terasa sakit setidaknya pada Minggu pertama. Kemudian, pekan kedua bisa muncul gejala neurologis, respiratori, dan sistemik.

“Masa inkubasi 3-12 hari masuknya virus sampai timbul gejala,” tuturnya.

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Tim editor