Tugusatu.com- Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Jawa Timur, melatih difabel terampil membatik menggandeng pelaku UMKM Batik Blimbing Malang.
“Pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia siap kerja,” tegas Kepala Bidang UMKM Diskopindag Kota Malang, Farid Suaidi, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan peserta pelatihan di antaranya komunitas pemuda, kelompok sindrom down, perwakilan mitra wanita pekerja rumahan Indonesia, tim penggerak PKK, dan masyarakat umum. Tujuannya agar penerima manfaat memiliki keterampilan sehingga berdaya saing dan cepat terserap pasar kerja.
Selain itu, SDM yang terampil bisa mengembangkan usaha secara mandiri guna mendapatkan penghasilan dalam meraih kesejahteraan.
Program pelatihan membatik untuk pemula ini berlangsung dua hari pada 3-4 Maret 2026. Mereka diajari teknik membatik mulai menggambar, mencanting hingga mengecap. Setelah pelatihan, peserta diberi bantuan peralatan membatik.
Owner Batik Blimbing Malang, Wiwik Niarti mengatakan pelatihan membatik program Diskopindag ini memberikan kesempatan berusaha pada warga karena batik kemajuannya bagus.
Saat ini, animo masyarakat terhadap batik meningkat sehingga berdampak pada penjualan. Sebab, batik menjadi ikon tersendiri sebagai oleh-oleh khas Malang. Hal itu sejalan dengan kemajuan Kota Malang sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional.
Dengan demikian, batik menjadi bagian penting usaha yang berpotensi besar menghasilkan cuan sekaligus memajukan UMKM.
Karena itu, Pemkot Malang memberikan banyak dukungan berupa pelatihan dan pameran. Termasuk fasilitasi perizinan, peralatan dan permodalan. Berbagai upaya pembinaan digencarkan guna kemajuan batik khas Malang. Prosesnya melibatkan pemangku kepentingan, di antaranya Bank Indonesia Malang dan perguruan tinggi.






