HUT Kota Malang ke-112, Wali Kota Wahyu Gelorakan Sinyal Kuat Bergerak Cepat, Tuntas, dan Berkelas

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama para pemimpin pendahulu kota saat merayakan HUT Kota Malang ke-112 di Balai Kota Malang. Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama para pemimpin pendahulu kota saat merayakan HUT Kota Malang ke-112 di Balai Kota Malang. Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah

Tugusatu.com- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meneguhkan komitmen tancap gas mendorong percepatan pembangunan di tengah tekanan global dan dinamika perkotaan. Spirit itu mengemuka dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang, Selasa (1/4/2026).

“Ini bukan hanya refleksi, tapi juga akselerasi. Kita harus memastikan setiap langkah lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Wali Kota Wahyu.

Wahyu menjelaskan refleksi untuk menilai apa yang telah dicapai, dan akselerasi untuk memastikan bahwa setiap langkah ke depan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, Wahyu menyatakan ulang tahun kota bukan sekadar perayaan, melainkan titik penting untuk evaluasi sekaligus lonjakan langkah ke depan. Spirit itu selaras dengan tema HUT “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Ali Muthohirin bersama forkopimda mengenakan busana khas Malang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Ali Muthohirin bersama forkopimda mengenakan busana khas Malang.

Semangat itu pun membawa pesan kuat dan tegas bahwa Pemkot Malang bersama pemangku kepentingan ingin terus bergerak dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam konteks spirit yang optimistis, makna melintas digelorakan sebagai wujud keberanian menembus batas baik inovasi, teknologi, hingga pembangunan. Adapun bergerak tuntas menjadi komitmen bersama menuntaskan program pembangunan. Sedangkan mbois berkelas menegaskan identitas Malang sebagai kota kreatif, modern, namun tetap berakar budaya.

“Ke depan tidak mudah. Tantangan global menuntut kita bergerak cepat dan tepat,” ujar Wahyu.

Pada kesempatan itu, Wahyu mengungkapkan capaian kinerja ekonomi tumbuh 5,92 Persen. Imbasnya, angka pengangguran terbuka menurun menjadi 5,69 persen sehingga menekan kemiskinan secara signifikan menjadi 3,85 persen. Alhasil, performa Kota Malang menunjukkan tren positif dengan indeks pembangunan manusia di angka 85,55, tertinggi kedua se Jatim.

Capaian kinerja moncer ini mendapatkan apresiasi dengan beragam penghargaan.l level internasional, nasional dan regional sepanjang 2025-2026. Namun, Wahyu mengatakan penghargaan bukan tujuan utama.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan,” tuturnya.

Pada tingkat internasional, Kota Malang meraih penghargaan kota kreatif dunia Unesco bidang Media Arts, Clean Air For Big Cities Awards, serta Clean Tourist City Standard. Kota malang juga berhasil meraih 37 penghargaan tingkat nasional, 29 penghargaan tingkat Provinsi Jawa Timur, serta dua penghargaan tingkat regional Malang Raya.

Perayaan HUT Kota Malang tahun ini dihadiri masyarakat, bahkan sesepuh kota dan tokoh di Malang Raya pun hadir menunjukkan sinyal kuat soliditas dan kebersamaan antarwilayah.

“Ini bukti sinergi yang kuat untuk pembangunan Malang ke depan,” ucap Wahyu.

Ada satu momen yang membanggakan sekaligus mencuri perhatian, yakni simbol identitas kota diluncurkan dalam bentuk busana khas Kota Malang. Busana ini bukan sekadar pakaian seremonial, tetapi sarat filosofi lantaran memadukan sejarah, budaya, hingga ikon kota seperti Tugu Malang, bunga teratai, dan motif kopi.

“Ini identitas Kota Malang, berbasis sejarah dan kearifan lokal,” jelas Wahyu.(*)

ISSN 3063-2145
Penulis: Maghfirotul HasanahEditor: Bagus Suryo