Tugusatu.com- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan stok beras melimpah, bahkan bahan bakar minyak tersedia. Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir kekurangan bahan pangan maupun energi saat merayakan Idulfitri.
“Stok beras dari Kepala Bulog menyampaikan (mencukupi) 10 bulan ke depan sampai lebih, stok beras kita aman. Jadi terkondisikan siap untuk disalurkan termasuk juga SPHP dan ada bantuan pangan berupa beras juga sudah siap untuk kita gelontorkan,” tegas Wali Kota Wahyu, Rabu (11/3/2026).
Begitu juga stok dan harga bahan pangan lainnya terkendali. Harga yang stabil membuat daya beli masyarakat terjaga. Harga daging ayam ras Rp38.000-Rp.40.000/kg, daging sapi Rp115.000-Rp120.000/kg, cabai rawit merah Rp110.000-Rp120.000/kg, cabai rawit hijau Rp80.000-90.000/kg, sementara beras premium Rp74.000-Rp75.000/5kg.
Hanya saja, harga cabai rawit perlu intervensi. Kenaikan harga komoditas penyumbang inflasi itu dipicu faktor cuaca yang berpengaruh pada produksi.
“Kita nanti akan rapatkan dengan tim dari TPID untuk mencari skenario agar bisa menekan harga, termasuk dengan menghidupkan kembali Warung Tekan Inflasi,” katanya.
Wali Kota Wahyu bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dan jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Idul Fitri 1447 H.
Mereka memantau di lima titik antara lain Pasar Sawojajar, Hypermart Sawojajar, agen distributor di Pasar Besar Malang, Gudang Bulog Kantor Cabang Malang, serta Depo Pertamina Fuel Terminal Malang.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Wahyu menekankan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, pembelian dalam jumlah yang tidak wajar justru berpotensi memengaruhi ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran.
“Saya meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang membuat masyarakat panic buying. Kita tadi sudah berkeliling mulai awal, dari Pasar Sawojajar, kemudian ke Hypermart, distributor, gudang bulog dan Pertamina. Dan sudah ada kepastian ketersediaan BBM, LPG, bahan pokok, itu semua aman, tersedia, tidak ada kelangkaan atau kenaikan harga. Sehingga masyarakat tidak perlu panik ketika mendengar isu-isu stok habis itu,” ucap Wali Kota Wahyu.
Selama ini, Pemkot Malang telah melakukan upaya pemantauan dan pengendalian harga secara maksimal. Pada 4 Maret bersama TPID Kota Malang memantau stok pangan di tingkat hulu, yakni kepada petani dan peternak. kali ini memantau di hilir melalui pedagang pasar serta distributor bahan pokok.
Sumber: Bagian Prokompim Kota Malang






