Tugusatu.com- Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dalam rapat paripurna DPRD, Senin (30/3/2026). Tahun pertama kepemimpinan berhasil mencapai kinerja yang mengesankan.
“Indikator kinerja pembangunan daerah tahun 2025 menunjukkan tren yang positif,” tegas Bupati Yuhronur Efendi akrab disapa Pak Yes saat LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna di gedung DPRD.
Pak Yes menjelaskan fase konsolidasi sepanjang 2025 menunjukkan arah yang positif lantaran realisasi anggaran mencapai 99,35 persen. Prioritas pembangunan pun selaras dengan kemampuan anggaran. Ada enam fokus utama, yaitu penguatan stabilitas sosial, peningkatan kompetensi tenaga kerja, modernisasi layanan pendidikan dan kesehatan berbasis teknologi, penguatan infrastruktur ekonomi, pengembangan komoditas unggulan dan UMKM, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel
Saat ini, kinerja pembangunan telah menumbuhkan perekonomian Lamongan menjadi 5,40 persen, lebih tinggi ketimbang tahun 2024 sebesar 4,81 persen. Capaian itu berada di atas rata-rata Jawa Timur dan nasional.
Dari sisi struktur ekonomi, kinerja sektor riil tecermin dari pertumbuhan PDRB yang stabil dan positif. Kinerja sektor pertanian sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 4,81 persen sejalan pertumbuhan perdagangan 4,06 persen, dan industri pengolahan melesat 9,25 persen. Sementara sektor pariwisata menunjukkan geliat yang positif dengan peningkatan pengeluaran wisatawan sebesar 4,9 persen.
Pertumbuhan ekonomi signifikan menggerus kemiskinan yang berkurang 0,13 poin menjadi 12,03 persen dari tahun sebelumnya. Indeks daya beli sebesar 0,781 melampaui target menunjukkan daya beli masyarakat menguat. Ketimpangan pendapatan tetap terkendali dengan gini ratio di angka 0,30.
Kabupaten Lamongan yang bertumpu pada kekuatan sektor riil berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu produsen pangan terbesar di Jawa Timur. Ekonomi bergerak bersama hingga menghasilkan produksi padi mencapai 1.335.099 ton, jagung 536.245 ton, tebu 230.901 ton, dan perikanan 129.790 ton. Bahkan, target luas tanam padi dari Kementerian Pertanian pun terlampaui 193.786 hektare atau 100,73 persen.
Capaian itu membuat kehidupan petani kian sejahtera dengan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 124,97. Alhasil, tingkat pengangguran terbuka menurun 0,05 poin dibandingkan 2024 menjadi 4,29 persen turut didorong investasi daerah mencapai Rp2,55 triliun.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik ke angka 76,8 atau meningkat 0,91 poin sekaligus konsisten di atas rata-rata provinsi maupun nasional. Kebijakan tepat membuat wajah pembangunan manusia di Lamongan menjadi sehat, terdidik, dan lebih sejahtera. Dalam setahun terakhir, lebih dari 512.516 warga telah merasakan layanan cek kesehatan gratis melalui program Lamongan Sehat.
Jangkauan layanan diperluas lewat aktivasi RSUD Ki Ageng Brondong, bersama RSUD Ngimbang, Karangkembang, dan Soegiri, serta layanan home care yang telah menjangkau 1.474 orang.
Di bidang pendidikan, sebanyak 7.580 penerima mendapatkan beasiswa dari jenjang SD hingga S2. Program makan bergizi gratis menjangkau 301.875 penerima manfaat, didukung 111 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Hasil pembangunan terlihat nyata dengan prevalensi stunting turun tajam, dari 27,50 persen pada 2022 menjadi 4,06 persen di tahun 2025.
Pembangunan yang bergerak dari desa terus menguat, kini terdapat 277 desa telah berstatus mandiri dari total 462 desa. Transformasi ekonomi desa terus diperkuat melalui koperasi desa/kelurahan Merah Putih. Sebanyak 474 koperasi telah berbadan hukum, 95 di antaranya sudah beroperasi. Ratusan gerai lainnya masih dalam proses pembangunan.
Di sisi lain, UMKM terus didorong naik kelas. Sebanyak 42 produk berhasil masuk pasar modern dan 49 produk menembus pasar ekspor. Program kewirausahaan juga melahirkan 466 wirausaha muda dan membuka 1.945 lapangan kerja baru.
Di sektor infrastruktur, kinerja terus berprogres melalui program JAMULA. Capaian tingkat kemantapan jalan 60,21 persen, 58 ruas jalan sepanjang 24,7 kilometer telah dibangun, dan penerangan jalan juga ditingkatkan dengan 7.011 titik lampu aktif serta tambahan 237 titik baru.
Gayung bersambut, kinerja infrastruktur sejalan dengan konektivitas wilayah semakin terbuka dengan hadirnya Trans Jatim koridor Lamongan-Dukun-Paciran serta operasional jalur lingkar utara.
Di balik capaian itu, ujian besar datang dari banjir yang melanda lima kecamatan di Deket, Karangbinangun, Glagah, Kalitengah, dan Turi. Sebanyak 44 desa terdampak. Tercatat 5.188 rumah terendam, 6.014 kepala keluarga atau 21.888 jiwa terdampak, serta 7.125 hektare sawah dan tambak ikut terendam.
Namun, Pemkab Lamongan bergerak cepat bersama pemangku kepentingan. Penanganan darurat dilakukan dengan pengoperasian 17 pompa, pembukaan pintu air, hingga modifikasi cuaca bersama BMKG. Sebanyak 20.200 paket logistik dan 54 ton beras cadangan pemerintah telah disalurkan.
Untuk jangka panjang, pemerintah menyiapkan solusi, termasuk rencana pembangunan floodway dengan kapasitas hingga 640 meter kubik per detik, serta penguatan sistem pengendalian air.
Kepercayaan publik
Di bidang pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 87,95, sementara indeks kepuasan masyarakat berada di angka 88,52. Digitalisasi daerah juga berkembang pesat. Sistem pembayaran pajak daerah kini 100 persen berbasis digital melalui berbagai kanal, mulai dari QRIS hingga e-wallet. Sedangkan Indeks daya saing daerah mencapai 3,81 (kategori tinggi), melampaui rata-rata nasional.
Sepanjang 2025, Lamongan meraih 21 penghargaan dari berbagai level, mulai dari pemerintah pusat hingga lembaga nonpemerintah.
Kinerja setahun pertama akan berkelanjutan untuk menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan yang masih membentang, yakni soal banjir dan infrastruktur jalan.
Dalam konteks meraih kinerja yang mengesankan ini, Yuhronur-Dirham tak sendiri. Tetapi, ia bekerja bersama DPRD, forkopimda, masyarakat, hingga insan pers. Kuncinya memperkuat sinergi dan kolaborasi.
Pada Februari 2026 menjadi penanda satu tahun perjalanan proses kepemimpinan Yuhronur-Dirham. Masyarakat telah menikmati hasil kinerja pembangunan: Jalan yang mulai diperbaiki, layanan yang semakin mudah diakses, hingga peluang ekonomi yang terbuka.(*)






