Tugusatu.com- Ketahanan stok pangan di Kabupaten Malang menunjukkan kondisi yang cukup aman, terutama pada komoditas jagung yang tercatat lebih kuat dibandingkan beras.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, mengungkapkan sesuai neraca pangan tahun 2025, komoditas padi mengalami surplus sekitar 44 ribu ton dengan ketahanan stok sekitar 1,95 bulan. Sementara itu, jagung surplus lebih tinggi, yakni sekitar 77 ribu ton dengan ketahanan stok mencapai 6,5 bulan.
“Secara umum kondisi pangan kita surplus, tetapi ketahanan stok beras masih relatif terbatas,” tegas Mahila Surya Dewi, Rabu (25/3).
Menurut Mahila, kondisi ketahanan beras perlu menjadi perhatian bersama. Pasalnya, kondisi ini berpotensi rentan saat terjadi lonjakan permintaan, terutama pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional maupun saat adanya intervensi program pemerintah.
Karena itu, Pemkab Malang terus mendorong diversifikasi pangan berbasis potensi lokal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan jagung sebagai alternatif konsumsi sekaligus bahan baku program pangan bergizi.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan ketahanan pangan daerah, terutama dalam menjaga ketersediaan cadangan beras. Pemkab Malang juga melakukan optimalisasi serapan hasil panen petani serta mengembangkan lumbung pangan masyarakat.
Selain itu, penguatan rantai pasok pangan lokal juga terus dilakukan dengan mengintegrasikan petani, kelembagaan ekonomi desa, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Di sektor produksi, peningkatan produktivitas pertanian dilakukan melalui intensifikasi, perlindungan lahan pertanian, serta penguatan infrastruktur irigasi. Kebijakan ini turut didukung dengan penguatan distribusi dan stabilisasi harga guna menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Mahila menambahkan, Kabupaten Malang memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Peran ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pasokan pangan regional hingga nasional.
Dengan kondisi surplus yang dimiliki, Kabupaten Malang dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperkuat perannya sebagai sentra produksi pangan sekaligus penyedia bahan baku pangan bergizi di Indonesia.






