Kejar Target 7.000 Ton, Bulog Malang Genjot Penyerapan Jagung SPHP Usai Lebaran 2026

Jagung hasil panen petani di Malang, Jawa Timur. Foto: Dok. Tugusatu.com
Jagung hasil panen petani di Malang, Jawa Timur. Foto: Dok. Tugusatu.com

Tugusatu.com- Perum Bulog Cabang Malang, Jawa Timur, bersiap menggenjot penyerapan jagung pipilan kering usai Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sekaligus memenuhi kebutuhan peternak skala mikro.

Pemimpin Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, mengungkapkan hingga Maret 2026, realisasi pengadaan jagung baru mencapai 542 ton dari target tahunan sebesar 7.000 ton.

“Pengadaan jagung terealisasi 542 ton selama periode Januari-Maret 2026 dari target 7.000 ton setahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan capaian tersebut merupakan penyerapan sebelum Lebaran. Sejauh ini, Bulog tetap berkomitmen menyerap jagung pipilan kering dari petani sesuai ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Upaya ini akan semakin dioptimalkan setelah Lebaran, seiring masuknya masa panen utama pada Maret hingga April.

Selain di Malang, penyerapan jagung juga dilakukan di sejumlah daerah lain seperti Pasuruan, Blitar, dan Tulungagung.

Namun, faktor cuaca menjadi salah satu kendala utama di lapangan. Intensitas hujan yang tinggi menghambat proses pengeringan jagung sehingga memengaruhi kualitas hasil panen.

Di sisi lain, pola tanam petani juga turut memberikan andil pada ketersediaan jagung untuk pakan ternak. Sebagian besar petani di wilayah Malang lebih memilih menanam jagung manis karena masa panennya lebih cepat dan memiliki pasar konsumsi yang stabil.

Pada tahun sebelumnya, pasokan jagung untuk program SPHP turut didukung dari wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Jagung tersebut telah disalurkan kepada peternak ayam penerima manfaat, khususnya yang memiliki populasi antara 500 hingga 1.000 ekor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan pada tahun 2025 terdapat dua peternak di wilayah Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, yang menerima manfaat program SPHP jagung.

“Dua peternak ayam dengan populasi masing-masing 1.000 ekor menerima bantuan jagung sebanyak 3,6 ton,” jelasnya.

Namun, untuk tahun 2026, pihaknya masih menunggu pengajuan kebutuhan dari peternak yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Saat ini, Bulog Malang telah bersiap untuk kembali menyalurkan jagung SPHP. Tapi, pelaksanaannya masih menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Sebagai informasi, Bulog membeli jagung pipilan kering di tingkat petani dengan harga Rp5.500 per kilogram untuk kadar air 18-20 persen. Sementara itu, HPP jagung di gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen serta kandungan aflatoksin maksimal 50 part per billion (ppb).

Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 216 Tahun 2025, sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025 terkait pengadaan dan pengelolaan jagung dalam negeri serta penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Tim editor