Kota Malang Kekurangan Daging Ayam

Peternakan ayam petelur di Kelurahan Wonokoyo, Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Dok. Tugusatu.com
Peternakan ayam petelur di Kelurahan Wonokoyo, Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Dok. Tugusatu.com

Tugusatu.com- Kota Malang, Jawa Timur, membutuhkan pasokan daging ayam ras dari berbagai daerah lantaran produksi dari peternak lokal belum bisa diandalkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan peternakan aktif ayam broiler hanya berada di lima lokasi.

“Kapasitasnya sekitar 3 ribu sampai 6 ribu ekor,” tegas Slamet Husnan Hariyadi, Rabu, (4/3/2026).

Ia mengungkapkan produksi daging ayam dari peternakan tak bisa memenuhi permintaan lokal. Karena itu, Kota Malang perlu pasokan dari sejumlah daerah.

Namun, Slamet mengklaim harga daging ayam Rp40 ribu per kg terbilang stabil. Selama Ramadan terutama menjelang Lebaran apalagi mahasiswa mulai aktif masuk kuliah, permintaan daging ayam diprediksi melonjak.

Pemkot Malang sampai saat ini terus memantau produksi dan distribusi ayam pedaging agar persediaan kebutuhan di pasar aman dan tidak ada kenaikan harga yang signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menyatakan daging ayam ras mendorong inflasi Februari sebesar 0,10% selain cabai rawit sebesar 0,20% dan emas perhiasan 0,17%.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil penyumbang inflasi Februari sebesar 0,48% (mtm),” kata Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin.

Menurut Kepala Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, kenaikan harga komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah disebabkan oleh penurunan pasokan di tengah curah hujan yang tinggi kemudian berpengaruh pada produksi. Di sisi lain, permintaan meningkat pada awal Ramadan 1447 H.

Kini, BI Malang mendorong pengendalian inflasi melalui gerakan pangan murah (GPM) pada 13-17 Maret. Selain itu, monitoring dan sidak pasar rutin guna memastikan ketersediaan pasokan pangan.

TPID tiap pekan juga menggelar rakor mengantisipasi inflasi periode Idulfitri. Termasuk meningkatkan intensitas pemantauan harga, lalu intervensi melalui operasi pasar guna stabilisasi harga kebutuhan pokok.

Upaya itu sejalan penguatan program 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta komunikasi efektif.

ISSN 3063-2145
Penulis: Maghfirotul HasanahEditor: Bagus Suryo