Tugusatu.com, MALANG—Masjid Raden Patah (MRP) Universitas Brawijaya (UB) kembali menyelenggarakan Bazaar Kampoeng Ramadan 2026 yang berlangsung (23/2-4/3/2026) di area Masjid Raden Patah UB untuk memberdayakan UMKM. Ketua Panitia Ramadhan MRP UB, Ratno Bagus Edy Wibowo, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan MRP yang menghadirkan berbagai program keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi bagi sivitas akademika serta masyarakat umum.
Menurutnya, penyelenggaraan bazaar tahun ini memiliki sejumlah pembaruan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung oleh Poliklinik UB serta klinik kecantikan mitra.
“Kegiatan Bazaar Ramadhan tahun 2026 berbeda dengan tahun sebelumnya. Kami menghadirkan berbagai layanan terbaru, salah satunya pemeriksaan kesehatan gratis yang disponsori oleh Poliklinik UB dan klinik kecantikan,” ujarnya.
Dia menambahkan, Bazaar Kampoeng Ramadhan merupakan satu dari 16 rangkaian kegiatan dalam Gebyar Ramadhan 2026 yang digelar MRP UB. Program tersebut dirancang untuk menghidupkan suasana Ramadhan di lingkungan kampus sekaligus memberikan manfaat nyata bagi jamaah dan pelaku usaha.
“Mudah-mudahan dengan berbagai layanan yang diberikan MRP pada bulan Ramadhan ini, ibadah puasa kita menjadi berkah, bergairah, dan semakin semangat untuk mendapatkan maghfirah dari Allah SWT,” tambahnya.
Melalui Bazaar Kampoeng Ramadhan 2026, dia menegaskan, Masjid Raden Patah UB menghadirkan ruang kolaborasi antara spiritualitas, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UB dalam menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan integritas, produktivitas, dan kontribusi sosial di lingkungan kampus.
Ketua Yayasan UB, Prof. Moch. Sasmito Djati, mengatakan UB memiliki ekosistem masjid yang kuat sebagai pusat pembinaan spiritual mahasiswa.
“Kampus UB masjidnya paling banyak, ada 12 masjid. Setiap tahun kita mengadakan bazaar, dan kali ini juga ada Ngabuburun yang dapat meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Kegiatan seperti bazaar dan Ngabuburun menunjukkan bahwa Ramadan di UB tidak hanya diisi dengan ibadah ritual, tetapi juga aktivitas produktif yang memperkuat nilai kebersamaan dan kreativitas mahasiswa.
Rektor UB, Prof. Widodo, menegaskan Ramadan harus disambut dengan penuh suka cita dan dimanfaatkan sebagai momentum pembentukan karakter generasi muda.
Dia menyebut, inti dari seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan di UB adalah pembangunan integritas.
“Kita ingin Ramadan disambut dengan baik dan suka cita. Ramadhan adalah proses belajar membangun generasi muda dengan mengubah pola hidup untuk bertransformasi menjadi generasi yang lebih baik dan kompeten,” tuturnya.
Dia menambahkan kecerdasan semata tidak cukup tanpa integritas. “Sepintar apa pun seseorang, tanpa integritas tidak akan mampu membangun negeri yang lebih baik,” tegasnya.
Selain menjadi ruang pembinaan spiritual, Bazaar Kampoeng Ramadhan juga menjadi sarana pemberdayaan pelaku usaha, khususnya UMKM. Salah satu tenant, Uswatun Hasanah dari Tahwa Berkah, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
“Bazaar Kampoeng Ramadan ini sangat membantu tenant dalam pemasaran dan memahami keinginan pasar mahasiswa. Selain itu, juga menambah relasi antar-UMKM,” ungkapnya.
Dia berharap ke depan semakin banyak mahasiswa yang turut menjadi tenant sehingga kegiatan ini tidak hanya menggerakkan ekonomi kampus, tetapi juga membantu UMKM lokal di sekitar UB.
“Semoga ke depan makin banyak tenant dari mahasiswa yang mendaftar dan bisa lebih membantu UMKM lokal, sehingga terbentuk ekonomi yang saling menguatkan dan membantu masyarakat sekitar,” harapnya.






