Tugusatu.com- Kenaikan harga pangan mengalami fluktuasi menjelang Idulfitri 2026 dengan cabai rawit sebagai komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Kota Malang. Perubahan harga terjadi secara bertahap sejak Januari lalu.
Harga cabai rawit di tingkat grosir pada Januari sempat Rp28 ribu per kg sampai akhirnya melonjak pada Februari-Maret 2026 menyentuh Rp80 ribu per kg. Pedagang di Subterminal Agribisnis Mantung, Kabupaten Malang, menjual cabai rawit Rp82 ribu per kg pada Jumat (6/3/2026). Harga turun Rp2 ribu per kg pada Sabtu (7/3/2026) siang. Cabai sampai di pengecer bisa seharga Rp100 ribu per kg.
Guna menekan harga cabai, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyiapkan opsi membuka warung tekan inflasi. Namun, pelaksanaannya menunggu keputusan TPID.
Selama ini, Kota Malang membutuhkan suplai dari daerah lain karena hanya memiliki lahan cabai rawit seluas 65 hektare. Panen cabai di lahan seluas itu tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin menyatakan Kota Malang mengalami inflasi bulanan pada Februari 2026 sebesar 0,74% (mtm) setelah sebulan sebelumnya deflasi sebesar 0,10% (mtm). Adapun inflasi tahunan sebesar 4,81% (yoy), berada di bawah inflasi tahunan Jawa Timur sebesar 4,88% (yoy), namun di atas inflasi tahunan Nasional sebesar 4,76% (yoy).
Umar menjelaskan kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil penyumbang inflasi Februari sebesar 0,48% (mtm).
“Komoditas pendorong inflasi, yaitu cabai rawit sebesar 0,20%, emas perhiasan 0,17%, dan daging ayam ras 0,10%. Komoditas lainnya, telur ayam 0,07% dan cabai merah 0,02%,” kata Umar Sjaifudin saat rilis pada Senin (2/3/2026).
Kepala Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi mengungkapkan kenaikan harga komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah disebabkan oleh penurunan pasokan di tengah curah hujan yang tinggi kemudian berpengaruh pada produksi. Di sisi lain, permintaan meningkat pada awal Ramadan 1447 H.
Sedangkan kenaikan harga emas perhiasan terjadi sejalan dengan tren peningkatan harga komoditas emas yang masih berlanjut.
Kendati demikian, tekanan inflasi Kota Malang pada Februari 2026 masih sejalan dengan kondisi di tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Inflasi berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1% (yoy). Capaian itu berkat koordinasi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi kunci keberhasilan.
Kini, pengendalian inflasi dengan menggelar gerakan pangan murah sampai 17 Maret dimulai sejak 13 Februari. Monitoring dan sidak pasar rutin memastikan ketersediaan pasokan pangan.
TPID tiap pekan menggelar rakor guna mengantisipasi inflasi periode Idulfitri. Termasuk meningkatkan intensitas pemantauan harga, lalu intervensi melalui operasi pasar guna stabilisasi harga kebutuhan pokok.
Upaya itu sejalan penguatan program 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta komunikasi efektif.






