Tugusatu.com- Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengajak seluruh pemangku kepentingan turut merencanakan program sekaligus memastikan setiap langkah pembangunan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ajakan tersebut ia sampaikan saat membuka Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
“Musrenbang hari ini menjadi titik temu untuk memastikan setiap rencana benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Yang diingat bukan seberapa banyak yang direncanakan, tapi seberapa nyata yang dapat diwujudkan,” ujar Bupati akrab disapa Pak Yes, kemarin.
Ia menekankan RKPD 2027 mengusung tema Percepatan Pemerataan Infrastruktur Dasar Berkualitas dan Infrastruktur Ekonomi Strategis yang Berwawasan Lingkungan. Hal itu menjadi arah pembangunan Lamongan tahun 2027 selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur.
Tema ini menjadi pijakan untuk mendorong pembangunan yang tidak hanya cepat, tetapi juga merata dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Pak Yes memaparkan sembilan agenda pembangunan yang akan menjadi fokus di tahun 2027, meliputi pengendalian banjir dan mitigasi kekeringan; peningkatan kualitas jalan dan konektivitas wilayah melalui Program Jamula; penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi; peningkatan kualitas sumber daya manusia; penguatan sosial dan keagamaan; penguatan ekonomi masyarakat; Percepatan transformasi digital pelayanan publik; penguatan ketahanan energi dan lingkungan hidup; penguatan kawasan perkotaan.
Seluruh agenda ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Lamongan yang ditargetkan mencapai 5,43 persen pada tahun 2027.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lamongan, Sujarwo mengatakan terdapat 8.293 usulan masyarakat yang masuk melalui aplikasi SIPD-RI. Sebanyak 2.276 usulan dinyatakan memenuhi syarat dan relevan.
Sementara itu, dari usulan pokok pikiran (Pokir) DPRD ada 3.077 usulan berhasil diinput, 1.650 usulan lolos verifikasi. Usulan yang lolos melalui proses seleksi yang ketat demi memastikan tepat sasaran.
Selain itu, Musrenbang menjaring masukan Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Tri Wahyu Liswati, yang memaparkan arah kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua DPRD Lamongan, Mukhammad Freddy Wahyudi menyampaikan pokok pikiran DPRD. Bahkan, perwakilan forum anak dan forum disabilitas turut menyuarakan aspirasi.
Kehadiran berbagai elemen ini menjadi bukti bahwa pembangunan Lamongan dirancang secara partisipatif dan inklusif.
Suasana penuh harapan terasa dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Lamongan. Di forum inilah, berbagai gagasan bertemu, disaring, dan diarahkan menjadi rencana nyata demi masa depan daerah yang lebih baik.(*)






