Tugusatu.com- Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyatakan rencana konversi mobil dinas ke kendaraan listrik masih sebatas wacana. Penyebabnya, keterbatasan anggaran dan kebutuhan perlu perhitungan matang.
“Kita harus berhitung. Kalau dari sisi perawatan memang lebih efisien, bisa jadi opsi. Tapi saat ini belum prioritas, karena mobil yang ada masih bisa digunakan,” tegasnya.
Menurut Amithya, pengadaan mobil listrik tidak bisa dilakukan tergesa-gesa karena membutuhkan biaya besar, sementara kendaraan dinas yang ada masih dinilai layak pakai.
Saat ini, efisiensi energi di lingkungan DPRD sudah menyentuh pengurangan perjalanan dinas yang frekuensinya terus ditekan untuk menghemat konsumsi BBM. Selain itu, efisiensi pada makanan minuman.
“Perjalanan dinas sudah banyak berkurang. Ke depan, mekanismenya akan ditata lagi agar lebih hemat bahan bakar,” kata Amithya.
Kendati efisiensi masih bersifat jangka pendek, tetapi DPRD mengklaim telah melakukan efisiensi di berbagai pos, mulai dari pola pelayanan hingga belanja konsumsi. Di sisi lain, perangkat daerah didorong melakukan penyesuaian anggaran, yang nantinya akan dievaluasi.
Di tengah keterbatasan fiskal, Amithya menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan mengurangi ego sektoral antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
“Sekarang semua harus lebih hemat dan terukur. Ego sektoral harus dihilangkan. Kalau koordinasi tidak berjalan, justru akan boros, baik energi, anggaran, maupun program,” ucapnya.






