Bupati Lamongan Buka Manasik Haji 2026 Usung Spirit Inklusif dan Saling Menguatkan

Peserta manasik haji berkumpul di Masjid Namira, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (31/3/2026). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Peserta manasik haji berkumpul di Masjid Namira, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (31/3/2026). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka manasik haji tingkat kabupaten di Masjid Namira, Selasa (31/3/2026). Calon jamaah haji berkumpul, membawa harapan besar menuju Tanah Suci.

“Manasik haji hari ini tidak hanya sebatas pembelajaran teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga menanamkan semangat saling membantu dan memberikan pelayanan antar jemaah,” tegas Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Pak Yes menjelaskan kegiatan manasik haji menjadi ruang belajar sekaligus ruang saling menguatkan. Di sinilah para jemaah saling menyiapkan mental dan kebersamaan untuk menyongsong ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Menariknya, penyelenggaraan haji tahun ini mengusung spirit inklusif, yakni haji ramah lansia, perempuan, dan disabilitas. Ini sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan berkeadilan.

Jumlah jemaah haji asal Lamongan tahun ini pun terbilang besar. Sebanyak 2.758 jemaah tercatat akan berangkat, menjadikan Lamongan sebagai daerah dengan jumlah jemaah terbanyak kedua di Jawa Timur. Angka ini tak hanya menunjukkan tingginya animo masyarakat, tetapi juga menjadi cerminan meningkatnya kesejahteraan warga.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur mengatakan adanya peningkatan jumlah jemaah yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya, yakni sekitar 900 orang.

Total jemaah akan diberangkatkan dalam delapan kelompok terbang (kloter). Enam kloter merupakan kloter utuh asal Lamongan yang masing-masing berisi 380 jemaah. Sementara dua kloter lainnya merupakan gabungan dengan Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

Untuk memastikan pelayanan optimal, berbagai petugas telah disiapkan. Tercatat ada 13 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), 13 Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), 8 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 10 pembimbing ibadah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Jadwal keberangkatan pun telah ditetapkan. Gelombang pertama dimulai pada 29 April 2026 dengan lima kloter (30-34) yang memberangkatkan 1.722 jemaah. Disusul dua kloter (35-36) pada 30 April sebanyak 751 jemaah, dan kloter terakhir (37) berangkat pada 1 Mei 2026 dengan 285 jemaah.

Manasik tingkat kabupaten yang digelar di Masjid Namira ini berlangsung selama satu hari dengan empat jam pelajaran. Sebelumnya, para jemaah telah mengikuti manasik tingkat kecamatan selama empat hari di 14 titik, dengan total 16 jam pelajaran.

Pada musim haji tahun ini, pemerintah juga menerapkan sejumlah skema pelayanan baru, khususnya untuk jemaah lansia dan disabilitas. Skema murur memungkinkan jemaah bergerak dari Arafah langsung ke Mina tanpa bermalam di Muzdalifah. Sementara tanazul memberi opsi jemaah untuk tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel.

Program manajemen dam juga diperkenalkan. Penyembelihan hewan dam kini dapat dilakukan secara resmi di Arab Saudi maupun di Indonesia, sehingga lebih praktis dan tertata. Melalui rangkaian manasik ini, diharapkan seluruh jemaah semakin siap, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Harapannya sederhana namun penuh makna, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan pulang ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

“Dengan berbagai persiapan yang matang, kami berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” pungkasnya.(*)

ISSN 3063-2145
Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo