Tugusatu.com- Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, akan melakukan verifikasi dan validasi data lantaran masih menemukan penerima program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari kelompok masyarakat mampu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja mengungkapkan peserta pekerja bukan penerima upah atau bukan pekerja (PBPU BP Pemda) yang iuran BPJS Kesehatannya dibayarkan oleh pemerintah daerah melalui APBD, tercatat sekitar 86.406 peserta aktif. Sebanyak 53.691 jiwa berasal dari kelompok desil ekonomi tingkat 6-10 yang tergolong masyarakat mampu.
Adapun penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK) tercatat sekitar 1.321 peserta dari kelompok ekonomi mampu masih tercatat sebagai penerima bantuan sampai saat ini.
“Kondisi ini menunjukkan masih adanya ketidaktepatan sasaran dalam pemberian bantuan iuran JKN,” tegas Aditya saat Sosialisasi Strategi Optimalisasi Kepesertaan Aktif JKN, di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu, Jumat (13/3/2026).
Di sisi lain, masih ada warga dari ekonomi tidak mampu belum aktif dalam program JKN. Karena itu, Pemkot Batu akan melakukan verifikasi dan validasi data melibatkan RT dan RW, termasuk pemerintah desa maupun kelurahan. Tujuannya untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada warga yang kurang mampu dan membutuhkan.
Kepala BPJS Kesehatan Kota Batu, Erra Widayati, menyatakan secara umum cakupan kepesertaan JKN Kota Batu sangat tinggi. Data cakupan Universal Health Coverage sudah mencapai 99,71 persen dari total penduduk sekitar 226 ribu jiwa.
“Artinya hampir seluruh masyarakat Kota Batu sudah terdaftar sebagai peserta JKN,” ujarnya.
Namun, tingkat keaktifan peserta JKN masih di angka 80,72 persen, sedikit di atas target minimal nasional sebesar 80 persen. Dari komposisi peserta, segmen terbesar berasal dari PBPU BP Pemda sekitar 90.458 peserta, disusul PBI JK sebanyak 42.320 peserta, PBPU mandiri sekitar 36.545 peserta, PPU badan usaha sebanyak 33.203 peserta, serta PPU pegawai negeri sebanyak 18.866 peserta.






