Tugusatu.com- Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat melakukan evaluasi pelaksanaan program RT Berkelas di tahun 2026. Evaluasi ini dipastikan dapat berjalan sebagai tujuan perencanaan pembangunan yang selaras dari tingkat RT.
Ia menyampaikan program RT Berkelas berangkat dari usulan warga sesuai kebutuhan melalui musyawarah yang dituangkan dalam perencanaan pembangunan secara berkelanjutan. Program ini khusus dirancang jangka menengah, selama lima tahun kedepan.
“Beberapa pilihan terkait dengan prioritas-prioritas yang merupakan kebutuhan ya, juga keinginan. Karena beda antara kebutuhan, kalo kebutuhan memang dirasakan, tapi keinginan dapatnya sesaat,” kata Wahyu.
Camat Sukun, Dian Kuntari menyampaikan hasil Musrenbang Kecamatan Sukun tahun 2026, tercatat 3.719 usulan. Rinciannya, 936 usulan berasal dari Musrenbang reguler hasil Musrenbang kelurahan dan pembahasan lintas sektor, serta 2.783 usulan berasal dari program RT Berkelas yang menampung aspirasi masyarakat tingkat RT.
“Fokus pembangunan di Kecamatan Sukun ke depan lebih diarahkan pada pembenahan infrastruktur wilayah, terutama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan perkotaan seperti genangan dan saluran drainase. Seluruh usulan tersebut telah diselaraskan dengan dasar bakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta terhubung dengan RPJMD,” ujar Dian, Kamis (5/2/2026).
Kedepannya perencanaan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, Musrenbang menjadi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan pembangunan yang benar-benar berbasis pada permasalahan di wilayah.
“Musrenbang ini menjadi wadah partisipasi masyarakat untuk merencanakan pembangunan yang berbasis pada persoalan nyata,” tuturnya.
“Selanjutnya, kami akan menentukan prioritas agar usulan yang ada dapat menjadi solusi dan ditangani secara bertahap,” imbuhnya.
Dian menambahkan, hasil Musrenbang Kecamatan Sukun telah diselaraskan dengan visi pembangunan Kota Malang melalui dasar bakti Wali Kota, meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan berbasis kewilayahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan lingkungan berkelanjutan, serta penguatan ketahanan sosial.






