Tugusatu.com- Harga bahan pangan awal Ramadan 1447 Hijriah di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur, terpantau stabil kendati ada komoditas mengalami kenaikan harga. Pedagang sayur mayur menyatakan animo konsumen meningkat ditandai dengan banyaknya pembeli.
“Awal Ramadan tahun ini lebih baik, konsumen meningkat daripada Ramadan tahun lalu,” tegas pedagang sayur di Pasar Bunulrejo Kota Malang, Musyarofah, Kamis (19/2/2026).
Ia mengungkapkan penjualan sayur meningkat sejak empat hari ini dengan perkembangan harga masih stabil. Kalaupun ada kenaikan harga, lanjutnya, tidak sampai memberatkan konsumen.
Pedagang menjual seikat sawi Rp5 ribu, jagung manis Rp10 ribu per bungkus, wortel Rp8 ribu per pak, dan tomat Rp16 ribu per kg.
“Harga masih tetap seperti sebelum Ramadan,” katanya.
Namun, harga bawang merah mengalami kenaikan, kemasan seperempat kg dijual Rp13 ribu dari semula Rp12 ribu. Harga bawang putih dipatok Rp12 ribu per bungkus.
Di sisi lain, pantauan harga grosir bawang merah di Unit Pelaksana Teknis Subterminal Agribisnis Mantung, Pujon, Kabupaten Malang, bawang merah bali lokal Rp30 ribu per kg, bawang merah pilipin Rp35 ribu per kg, bawang putih lokal Rp29 ribu per kg, bawang bombay besar Rp22 500 per kg, dan bawang bombay kecil Rp25 ribu per kg.
Pada Januari 2026, Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya mengalami inflasi 0,56% (mtm).
Pendorong deflasi Kota Malang akibat penurunan harga komoditas cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah, masing-masing dengan andil sebesar -0,07%, -0,07%, -0,07%, -0,06%, dan -0,05% (mtm).
Bank Indonesia Malang mencatat penurunan harga daging dan telur ayam ras dipengaruhi oleh lancarnya pasokan barang serta berkurangnya permintaan daging dan telur ayam ras setelah momen Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, penurunan komoditas hortikultura cabai rawit, cabai merah dan bawang merah seiring dengan terjaganya jumlah pasokan di tengah periode musim panen raya pada sentra produksi.






