Poltekkes Kemenkes Malang Gembleng 223 Mahasiswa RMIK di Lembah Karangduren

Mahasiswa Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang mengikuti pelatihan bantuan hidup dasar serta keselamatan di air. Foto: Tugusatu/ist
Mahasiswa Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang mengikuti pelatihan bantuan hidup dasar serta keselamatan di air. Foto: Tugusatu/ist

Tugusatu.com- Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Malang, Jawa Timur, menggelar pelatihan dan sertifikasi Basic Cardiac Life Support (BCLS) bagi 223 mahasiswa Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK). Kegiatan tersebut berlangsung pada 9-11 Februari 2026 di Lembah Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Dosen Poltekkes Kemenkes Malang, Dr. Ganif Djuwadi, menjelaskan materi pelatihan mencakup bantuan hidup dasar serta keselamatan di air. Pembekalan ini menjadi bagian dari mata kuliah wajib penanggulangan krisis kesehatan pada bencana di Poltekkes Kemenkes yang diselenggarakan di seluruh Indonesia.

“Materinya berkaitan dengan bantuan hidup dasar dan keselamatan di air,” ujar Ganif.

Personel PMI Kota Batu memberikan materi bantuan hidup dasar serta keselamatan di air.
Personel PMI Kota Batu memberikan materi bantuan hidup dasar serta keselamatan di air.

Ganif yang juga menjabat sebagai Ketua Rescue Bela Negara Malang Raya menuturkan pelatihan diberikan melalui sesi teori dan praktik. Mahasiswa yang dinyatakan lulus uji kompetensi berhak memperoleh sertifikat BCLS.

Menurutnya, penguasaan materi ini penting sebagai bekal mahasiswa untuk menjadi tenaga cadangan kesehatan saat terjadi krisis kesehatan. Setelah mengikuti pelatihan, mahasiswa diharapkan memahami sistem kegawatdaruratan, mengenali peran pertolongan pertama di tempat kerja, serta mampu mengidentifikasi dan melaporkan situasi darurat sesuai prosedur yang berlaku.

Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat pada kasus yang mengancam nyawa, baik akibat kondisi medis maupun kecelakaan, hingga tenaga medis profesional tiba di lokasi. Mereka juga diproyeksikan menjadi bagian pendukung dalam sistem respons penyelamatan pertama.

Dosen Jurusan RMIK Poltekkes Kemenkes Malang, Bernadus Rudy Sunindya menambahkan pelatihan dan sertifikasi BCLS ini dilaksanakan bekerja sama dengan PMI Kota Batu. Kegiatan pendidikan dan pelatihan telah diawali pada 2-3 Februari 2026, kemudian dilanjutkan dengan diklat intensif dan uji kompetensi bagi seluruh peserta.

Ia menegaskan diklat ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa, khususnya saat menjalani praktik kuliah lapangan maupun pengabdian masyarakat. Sejumlah institusi dan perusahaan, kata dia, mensyaratkan kompetensi BCLS bagi mahasiswa praktik.

“Tenaga kesehatan harus memiliki keterampilan bantuan hidup dasar. Sebagai penolong, mereka harus kompeten karena pertolongan yang cepat dan tepat akan meningkatkan peluang keselamatan korban,” tuturnya.

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Tim editor