Pemkot Malang Latih Siswa SMP Jadi Suporter Olahraga Berkarakter

Siswa SMP di Kota Malang mengikuti Bimbingan Teknis Penyaluran Aspirasi dan Kreativitas Peserta Didik dan Simpel Satu Rekening Satu Pelajar, di Gedung Graha Purva, Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (11/2/2026). Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah
Siswa SMP di Kota Malang mengikuti Bimbingan Teknis Penyaluran Aspirasi dan Kreativitas Peserta Didik dan Simpel Satu Rekening Satu Pelajar, di Gedung Graha Purva, Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (11/2/2026). Foto: Tugusatu/Maghfirotul Hasanah

Tugusatu.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Jawa Timur, melatih siswa menjadi suporter olahraga berkarakter tertib, taat dan patuh pada peraturan. Bimbingan teknis ini diklaim yang pertama di Indonesia.

“Program ini insyaallah satu-satunya di Indonesia. Kita mengajari suporter sejak dini, sebagai suporter yang tertib dan taat peraturan,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana.

Pagi itu, sebanyak 500 siswa SMP negeri dan swasta mengikuti Bimbingan Teknis Penyaluran Aspirasi dan Kreativitas Peserta Didik dan Simpel Satu Rekening Satu Pelajar, di Gedung Graha Purva, Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (11/2/2026).

Mereka menerima materi pembentukan karakter suporter dengan tujuan agar lebih tertib dan bertanggung jawab.

“Kami mengadakan kegiatan ini untuk Arema, kita ajari anak-anak menjadi suporter sejak dini supaya tahu tanggung jawabnya. Misalnya di jalan harus pakai helm dan tertib,” katanya.

Selain pembentukan etika menjadi suporter, program itu menyatu dengan literasi keuangan melalui gerakan satu rekening satu pelajar (Kejar). Siswa diajarkan pentingnya menabung sehingga bisa mengelola keuangan.

“Kalau ke stadion harus bawa uang, tiket harus beli, makan juga harus beli. Jadi kami ajari juga menabung,” ujarnya.

Suwarjana menjelaskan, program ini masih dalam tahap uji coba dan akan diterapkan di sekolah-sekolah untuk selanjutnya masuk ekstrakurikuler. Adapun sasaran utama, yaitu siswa SMP karena dinilai berada pada fase perubahan menuju jenjang SMA sehingga penting dalam pembentukan karakter.

Di Kota Malang terdapat 30 SMP negeri dan 84 SMP swasta. Melalui program ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang berharap pembinaan suporter tidak hanya membentuk pendukung Arema yang tertib, tetapi juga menanamkan nilai kebanggaan dan solidaritas sebagai Arek Malang.

ISSN 3063-2145
Penulis: Maghfirotul HasanahEditor: Bagus Suryo