Harga Cabai Rawit Melonjak Awal Ramadan

Komoditas cabai hasil panen petani di Malang. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Komoditas cabai hasil panen petani di Malang. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Harga cabai rawit melonjak tak terbendung pada awal Ramadan ini menyentuh Rp102 ribu per kg di tingkat grosir. Komoditas penyumbang inflasi itu sampai di pengecer menjadi Rp120 ribu per kg.

Padahal, pantauan harga cabai rawit masih Rp95 ribu dari sebelumnya Rp70 ribu per kg di Subterminal Agribisnis Mantung, Pujon, Kabupaten Malang, pada Jumat (20/2). Di posisi harga Rp70 ribu, pedagang di pasar Bunulrejo, Kota Malang, Umi Hasanah menjual cabai ke konsumen Rp80 ribu per kg.

“Harga cabai rawit masih mahal,” kata Umi.

Sebelum Ramadan, Pemkot Malang telah mengantisipasi kenaikan harga pangan dengan menggelar gerakan pangan murah. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat pun sudah memerintahkan Diskopindag segera melakukan upaya stabilisasi harga. Pasalnya, cabai sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM terutama sektor kuliner selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pada Januari lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Kota Malang mengalami deflasi 0,10% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,56% (mtm). Penurunan harga cabai rawit menjadi salah satu komoditas pendorong deflasi selain cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah, masing-masing dengan andil sebesar -0,07%, -0,07%, -0,07%, -0,06%, dan -0,05% (mtm).

Bank Indonesia Malang mencatat penurunan komoditas hortikultura cabai rawit, cabai merah dan bawang merah seiring dengan terjaganya jumlah pasokan di tengah periode musim panen raya pada sentra produksi.

Namun, harga cabai rawit kini melonjak. Karena itu, Pemkot Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah bakal melakukan kerja sama antardaerah untuk pengadaan cabai rawit melibatkan Kabupaten Malang, Lumajang, Jember, dan Probolinggo. Selanjutnya, Pemkot mengaktivasi warung tekan inflasi di lima kecamatan.

ISSN 3063-2145
Penulis: Maghfirotul HasanahEditor: Ahmad Yakub