Tugusatu.com- Pemkot Malang, Jawa Timur, menyiapkan dapur umum melayani 100 ribu peserta Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana Malang pada 7-8 Februari 2026.
Dalam rakor di Balai Kota Malang, Senin (2/2/2026), semua perangkat daerah dilibatkan bersama camat dan lurah guna memastikan segala persiapan.
“Kota Malang sebagai tuan rumah Harlah, pelibatan perangkat daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Mereka juga diminta memberikan arahan mulai transit, drop zone dan parkir meliputi dari mana dan mau ke mana,” tegas Kepala Dishub Kota Malang R. Widjaja Saleh Putra.
Ia menjelaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah menyiapkan dapur umum bersama Dinsos. Koordinasinya melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal kesiapan lokasi dapur umum. Sejumlah sekolah telah siap guna melayani makanan dan minuman untuk tamu memanfaatkan gedung SD dan SMP.
Dari sisi kesehatan, personel di posko lengkap dengan ambulans, termasuk puskesmas dan rumah sakit. Prinsipnya, segala risiko diantisipasi meliputi orang sakit, terluka, kelelahan, dehidrasi dan potensi keracunan makanan. Adapun Kominfo melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat.
Sejauh ini, Dishub telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas bersama polisi. Sebab, tingkat kepadatan lalu yang signifikan pasti terjadi mengingat peserta Harlah terdaftar 100 ribu orang.
Karena itu, penerapan penutupan jalan dan pengalihan lalin diberlakukan pada 7 Februari pukul 12.00 WIB lantaran sangat dimungkinkan peserta Harlah datang lebih awal.
“Penutupan dan pengalihan jalur terutama di sekitar Stadion Gajayana, yaitu Jalan Ijen, Jalan Semeru, Rajabali, Jalan Tangkuban Perahu, Jalan Sumbing dan Jalan Slamet,” katanya.
Ia mengungkapkan peserta Harlah sebanyak 100 ribu orang itu dari 38 kabupaten/kota. Namun, peserta bisa bertambah karena ada Rakor PBNU di Kota Malang.






