Kanal

Network

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Tugu Satu Facebook
Tugu Satu Twitter
Tugu Satu Instagram
Tugu Satu YouTube
Copyright © 2024 Tugu Satu. Allright Reserved

Solusi Ketahanan Pangan, Warga Kota Malang Berkebun Dalam Botol

Oleh
Sabtu, 11 Mei 2024 - 21:30 WIB

Tugusatu.com, MALANG– Hidup di kawasan perkotaan bukan menjadi alasan tak bisa berkebun. Limbah botol bekas, bisa menjadi sarana media tanam untuk menggantikan lahan yang minim.

Seperti yang dilakukan warga RT 06 RW 05 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, yang tergabung dalam kelompok tani Kebun Botol.

Warga memanfaatkan limbah botol galon bekas. Mereka menanam berbagai jenis tanaman seperti cabai, tomat, bawang merah, daun bawang, blewah hingga melon.

Kebun botol wujud urban farming ini berada di lahan milik ketua RT setempat. Setiap sore dan pagi di akhir pekan, warga berkumpul untuk merawat tanaman. Saat ini, sedikitnya ada 1.200 batang tanaman, di atas lahan seluas 3.000 meter persegi.

Anggota Poktan Kebun Botol merawat tanaman sayur.
Anggota Poktan Kebun Botol merawat tanaman sayur.

Didik Mashudi, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Kebun Botol menjelaskan, ide membuat kebun botol awalnya untuk mencari kegiatan bagi ibu-ibu anggota PKK. Usai memberi pelatihan menanam, awalnya ibu-ibu hanya menanam di botol bekas air mineral ukuran 1.600 ml. Namun lantaran mudah terguling, warga pun mengganti sarana media tanam dengan galon bekas.

Baca Juga :  Penataan Median Jalan Urai Kemacetan di Kayutangan

“Awal dulu kan untuk mencarikan kegiatan bagi ibu-ibu PKK. Mereka kan kalau minggu kumpul-kumpul jadi biar ada kegitan tidak hanya ngobrol-ngobrol saja,” ujar Didik, Jumat (10/5).

Poktan kebun botol berdiri sejak September 2022. Total ada 44 warga yang tergabung dalam poktan ini. Anggotanya terdiri dari berbagai latar belakang seperti guru, dosen, karyawan swasta hingga ibu rumah tangga.

Perawatan kebun secara bersama-sama. Tak hanya menyiram, warga juga belajar membuat campuran nutrisi tanaman agar bisa tumbuh dan berbuah maksimal.

“Ya belajar membuat campuran nutrisi juga, kan latar belakangnya berbeda-beda, jadi tidak semua bisa bertani,” imbuh Didik.

Salah satu tanaman yang menjadi unggulan yakni tomat dan cabai. Saat ini ada 250 batang tanaman cabai dan 200 batang tomat di ke botol ini. Dari jumlah tersebut, warga bisa mendapat 10 kilogram tomat sekali panen dan 15 kilogram cabai per minggu.

Baca Juga :  JNE dan Koni Kerja Sama Kembangkan Olaharaga Nasional

Hasil panen kebun botol ini tak hanya dijual ke warga sekitar, melainkan juga ke berbagai kalangan. Latar belakang anggota kelompok tani yang beragam, membuat pemasaran bisa semakin luas. Hasil penjualan untuk menambah kuantitas tanaman dan menutup biaya operasional kebun.

“Ya ada yang dijual ke mlijo atau pedagang sayur keliling, ada yang ditawarkan ke rekan kantor juga,” jelas Didik.

Bagi warga, kebun botol ini tak hanya sebagai sarana berkumpul dan berkegiatan, namun juga memberi manfaat ekonomi. Di tengah harga kebutuhan yang semakin mahal, kebun botol bisa menjadi solusi lantaran warga mendapat harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran. Selain itu, warga juga mendapat komisi jika ikut memasarkan hasil panen.

Baca Juga :  Aset Sawah Dijaga Sesuai Permintaan Petani

“Saat cabai di pasar harganya Rp45 ribu perkilo kita beli di sini Rp38 ribu, kalau kita jual lagi kan juga untung,” jelas Yanti sambil memberi pupuk tanaman tomat.

Yanti, salah satu anggota poktan kebun botol menyatakan, meski dirinya tak memiliki pengalaman bertani, tetapi saat ini sudah bisa memberi pupuk sesuai kebutuhan tanaman. Pasalnya, pengurus kebun botol secara rutin memberikan pelatihan kepada anggota kelompok tentang karakter tanaman dan kebutuhan nutrisinya, termasuk media tanam yang harus digunakan.

“Awalnya dulu ya gak bisa kan saya guru PAUD dan tidak pernah bertani, kini ya bisalah kalau untuk tanaman jenis tertentu”, ucap Yanti.

Poktan kebun botol juga terbuka bagi pengurus RT atau RW yang ingin belajar di sini untuk mengembangkan pertanian perkotaan.

Reporter: Abdul Malik
Editor: Bagus Suryo

BERITA LAINNYA

Fenomena Embun Upas Membuat Gunung Bromo Kian Eksotis

Tugusatu.com, MALANG– Fenomena embun es atau frost yang oleh masyarakat Tengger disebut sebagai embun upas membuat kawasan Gunung Bromo semakin

| 8 jam lalu

Kampung Tematik di Kota Malang Perlu Perawatan

Tugusatu.com, MALANG– Cat di rumah-rumah warga yang menjadi daya tarik pariwisata Kampung Warna Warni Kota Malang, Jawa Timur, mulai kusam.

| 1 hari lalu

Suhu Dingin Ekstrem Munculkan Embun Upas di Gunung Bromo

Tugusatu.com, MALANG– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kota Malang, Jawa Timur, mengeluarkan imbauan bagi calon pengunjung

| 2 hari lalu

Warga Sengkaling Lestarikan Tradisi Arak Tumpeng dan Rebutan Gunungan Suro

Tugusatu.com, MALANG– Tradisi Budaya Grebeg Suro di Dusun Sengkaling, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali digelar tahun

| 3 hari lalu

Pelanggar Cukai Rokok di Jatim Pilih Bayar Denda Rp4,7 Miliar Daripada Dipenjara

Tugusatu.com, MALANG– Pelanggar ketentuan cukai rokok lebih memilih membayar denda Rp4,7 miliar ketimbang di penjara. Denda sebesar itu dibayar oleh

| 4 hari lalu

Peringati Hari Pajak, DJP Jatim III Gelar E-Sports Olimpiade Excel

Tugusatu.com, MALANG— Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III menyelenggarakan Olimpiade Excel sebagai salah satu cabang olahraga

| 5 hari lalu

Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Malang Berhasil Amankan 932.960 batang

Tugusatu.com, MALANG—Bea Cukai Malang berhasil mengamankan  932.960 batang rokok ilegal  dan 203 botol MMEA Ilegal dengan nilai sekitar diperkirakan Rp1.285.839.700

| 5 hari lalu

Bea Cukai Jatim 2 Pilih Realistis Kejar Target Penerimaan Cukai 2024

Tugusatu.com, MALANG– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur 2 di Kota Malang, memilih realistis dalam mencapai target

| 6 hari lalu

Inke Maris & Associates Raih Penghargaan MAW Talk Awards 2024

Tugusatu.com, MALANG—Inke Maris & Associates (IM&A) Strategic Communications meraih penghargaan sebagai Perusahaan PR Paling Berpengaruh di Indonesia dalam ajang MAW

| 2 minggu lalu

Penjabat Wali Kota Malang Ingatkan UMKM Jangan Utang Pinjol

Tugusatu.com, MALANG– Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan pelaku UMKM jangan sampai terjerat utang pinjaman online (pinjol). Hal itu

| 3 minggu lalu
fokus

Dispangtan Kota Malang Segera Perbaiki Irigasi Rusak

Aset Sawah Dijaga Sesuai Permintaan Petani

Tugusatu.com, MALANG– Pemerintah Kota Malang memastikan aset daerah berupa sawah

| 28 Juni 2024

Petani Minta Pemkot Malang Cegah Alih Fungsi Sawah

Tugusatu.com, MALANG– Petani minta Pemkot Malang menjaga sawah jangan sampai

| 28 Juni 2024
Copyright © 2024 TuguSatu.com. Allright Reserved