Gas Pak Camat Jadi Andalan Lamongan Kendalikan Inflasi

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meluncurkan Program Gas Pak Camat (Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat), Senin (29/6/2026). Gerakan ini menjadi solusi ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi. Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meluncurkan Program Gas Pak Camat (Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat), Senin (29/6/2026). Gerakan ini menjadi solusi ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi. Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Pemkab Lamongan, Jawa Timur, mengambil langkah nyata dengan melaksanakan Program Gas Pak Camat (Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat), Senin (29/6/2026). Gerakan ini menjadi solusi ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melaksanakan program Gas Pak Camat serentak di 27 kecamatan secara daring dari SDN Tejoasri, Kecamatan Laren. Program itu melanjutkan gerakan sebelumnya pada 25-26 Juni 2026 lalu yang ditandai dengan penyerahan 1.890 bibit tanaman cabai rawit, 1.890 bibit cabai besar, dan 1.890 bibit tomat kepada 27 kecamatan. Tiap kecamatan menerima 210 bibit cabai dan tomat.

“Hari ini kita canangkan Gas Pak Camat, Gerakan Serentak di Pekarangan Tanaman Cabai dan Tomat. Kenapa cabai? alhamdulillah dalam inflasi pangan, Lamongan selalu terkendali, kecuali cabai,” tegas Bupati Lamongan akrab disapa Pak Yes.

“Nah, gerakan ini bertujuan mengendalikan inflasi khususnya cabai. Selain itu dengan pemanfaatan pekarangan rumah diharapkan nampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar, juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga,” imbuh Pak Yes.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menanam cabai bersama masyarakat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menanam cabai bersama masyarakat.

Pada kesempatan itu, Pak Yes menekankan pentingnya pemanfaatan dan pembiasaan penggunaan pekarangan rumah sebagai lahan produktif.

“Pak Mugito (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan) punya 6 galon tanaman cabai yang hasilnya bisa dimanfaatkan berbulan-bulan sehingga tidak perlu membeli cabai,” ucapnya.

Karena itu, Pak Yes mengajak masyarakat meningkatkan gerakan tanam cabai dan tomat menjadi kebiasaan di rumah.

“Gerakan ini agar semuanya menjadi bisa, kalau sudah bisa kemudian terbiasa dan menjadi kebiasaan untuk pemanfaatan pekarangan menjadi lebih optimal. Hal kecil tapi jika menjadi suatu gerakan tentu akan bisa menghasilkan output yang sangat luar biasa,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo