Tugusatu.com, PASURUAN—Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnde, mengunjungi pabrik kejayaan Nestlé Indonesia untuk melihat lebih dekat peran industri produksi susu (IPS) tersebut dalam mendukung pengembangan sektor susu nasional, melalui kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah rakyat, pengadaan susu segar, serta berbagai inisiatif keberlanjutan yang memperkuat daya saing dan ketahanan pasokan susu di Indonesia.
Selaun ke Kejayaan, livier Zehnder juga mengunjungi peternak sapi perah rakyat dan koperasi, diskusi dengan pemangku kepentingan.,
Di pabrik Kejayan Nestlé Indonesia, para delegasi berkesempatan untuk memahami bagaimana Nestlé Indonesia membangun ekosistem pengelolaan susu yang terintegrasi, dimulai sejak 1975 melalui pendampingan dan pembinaan peternak sapi perah rakyat hingga proses produksi di pabrik.
Selanjutnya dialog untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta pemberdayaan masyarakat lokal, serta peninjauan fasilitas operasional pabrik Kejayan
Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Olivier Zehnder, bersama perwakilan International Labour Organization (ILO) dan Swisscontact, di Pabrik Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur. Kunjungan ini disambut oleh jajaran manajemen Nestlé Indonesia, antara lain Direktur Technical Antonio Prochilo, Direktur Human Resources Fahrul Irvanto, Factory Manager Pabrik Kejayan Imelda Mayasari, serta Head of Milk Procurement and Dairy Development (MPDD) Ida Royani. Kunjungan ini
“Apresiasi terhadap Nestlé Indonesia dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Selama beberapa hari terakhir, kami berkesempatan bertemu dengan peternak, koperasi, institusi pemerintah, serta para mitra,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, satu hal yang menjadi jelas, yakni penguatan sektor susu yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Dalam hal ini, Nestlé Indonesia telah menjadi mitra penting yang berkontribusi meningkatkan produktivitas dan standar kualitas.
”Kami turut mengapresiasi Nestlé Indonesia yang berkelanjutan berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia, dengan menghadirkan nilai tambah tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi komunitas di Jawa Timur dan perekonomian secara nasional,” ujar Olivier.
Direktur Technical Nestlé Indonesia, Antonio Prochilo, menegaskan selama lebih dari lima dekade, Nestlé Indonesia berkontribusi dalam pengembangan komoditi susu segar nasional melalui kemitraan dengan peternak sapi perah rakyat dan koperasi di Jawa Timur.
Pasokan susu segar dari para peternak menjadi bahan baku utama produksi di Pabrik Kejayan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Dia meyakinkan, kehadiran pabrik Kejayan juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem industri di sekitarnya.
Menurutnya, komitmen perusahaan untuk terus Menciptakan Manfaat Bersama di mana pun Nestlé beroperasi. Ia menyampaikan bahwa kemitraan yang telah terjalin dengan peternak dan koperasi merupakan bagian penting dari upaya Nestlé Indonesia dalam mendukung penguatan sektor susu nasional.
“Di Nestlé Indonesia, kami terus berkomitmen untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya melalui kemitraan dengan para peternak sapi perah rakyat dan koperasi. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memperkuat rantai pasok susu berkelanjutan agar lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan peternak di Indonesia,” ujar Antonio.

Factory Manager Pabrik Kejayan Nestlé Indonesia Imelda Mayasari, menambahkan bahwa pabrik ini memiliki peran penting dalam menghubungkan produksi peternak dengan proses manufaktur yang bertanggung jawab.
”Melalui pemanfaatan susu segar yang dihasilkan oleh para peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur, penerapan standar operasional yang bertanggung jawab, serta berbagai inisiatif keberlanjutan, kami terus berupaya menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat setempat dan mendukung peningkatan perekonomian daerah serta memastikan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Dia menambahkan, upaya-upaya untuk memastikan keberlanjutan merupakan bagian integral dari operasional Nestlé Indonesia, baik di pabrik maupun komunitas peternak sapi perah rakyat. Di Pabrik Kejayan, inisiatif seperti pengolahan air limbah melalui Wastewater Treatment Plant (WWTP) dan penggunaan Biomass Boiler Plant diterapkan untuk mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.
Di sisi lain, praktik keberlanjutan juga didorong di tingkat peternak, termasuk pemanfaatan limbah ternak menjadi energi biogas dan pupuk.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, delegasi meninjau fasilitas produksi dan mendapatkan paparan mengenai kontribusi Nestlé Indonesia dalam peningkatan komoditi susu segar nasional.
Hal ini memberikan gambaran menyeluruh tentang keterkaitan antara kemitraan dengan peternak, operasional pabrik, dan inisiatif keberlanjutan. Melalui kunjungan ini, Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat saat ini dan di masa depan.







