Disporapar Kota Malang Perkuat Kemampuan Digital Insan Kreatif

Disporapar Kota Malang menggelar bimtek tematik temu insan kreatif di Mini Block Office lantai 4 Kota Malang, Rabu (24/6/2026). Foto: Disporapar Kota Malang
Disporapar Kota Malang menggelar bimtek tematik temu insan kreatif di Mini Block Office lantai 4 Kota Malang, Rabu (24/6/2026). Foto: Disporapar Kota Malang

Tugusatu.com- Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Jawa Timur, getol memperkuat kemampuan insan kreatif berbasis digital. Tujuannya agar pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) berdaya saing di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekraf Disporapar Kota Malang, Laode KB Al Fitra mengatakan pelaku ekraf berkontribusi menumbuhkan perekonomian. Bahkan, capaian kinerja para insan kreatif turut memberikan andil besar sehingga Kota Malang menyandang predikat Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative City) di bidang Media Arts pada 2025. Selain itu, Kota Malang berhasil meraih anugerah Clean Air For Big Cities Awards dan Clean Tourist City Standard.

Hal itu membuktikan pembangunan ekraf di Kota Malang kian tumbuh signifikan sejalan dengan kemajuan sektor pariwisata dan UMKM. Alhasil, ekraf telah menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi angka pengangguran.

Saat ini, ekosistem kreatif terus diperkuat merambah seluruh kelurahan melibatkan komunitas, industri kreatif, dan perguruan tinggi. Dalam konteks ini kapasitas sumber daya manusia terus ditingkatkan, itu sebabnya bimbingan teknis tematik temu insan kreatif menjadi keutamaan.

Dalam gelaran bimtek di Mini Block Office lantai 4 Kota Malang, Rabu (24/6/2026), Disporapar meningkatkan kapasitas insan kreatif. Para pelaku ekraf saling memberikan dukungan sekaligus meluaskan jejaring guna pengembangan usaha.

“Bimtek diikuti 71 peserta dengan spirit meningkatkan kapasitas pelaku ekraf yang berdaya saing di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital,” tegas Laode, Senin (29/6/2026).

Laode mengungkapkan temu insan kreatif yang digelar secara rutin telah memberikan manfaat luas. Para pelaku ekraf mengembangkan usaha meliputi 17 subsektor, yaitu arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film animasi video, fotografi, kriya, kuliner, musik, fesyen, aplikasi, gim, penerbitan, periklanan, televisi dan radio, seni pertunjukan, serta seni rupa. Mereka beraktivitas di Malang Creative Center (MCC) yang menjadi pusat inkubator ekraf dan pengembangan industri kreatif.

Laode mengungkapkan sesuai laporan akhir pengukuran pertumbuhan ekonomi kreatif Kota Malang Tahun 2025, struktur subsektor paling dominan, yaitu kuliner sebagai penyumbang terbesar menyusul kriya dan fesyen.

Sejauh ini, pertumbuhan ekraf menunjukkan kinerja positif. Pada tahun 2024, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ekraf mencapai Rp8.554,98 miliar (Atas Dasar Harga Berlaku/ADHB) dan Rp6.516,59 (Atas Dasar Harga Konstan/ADHK) yang masing-masing tumbuh 4,83% dan 6,37% dibandingkan tahun 2023.

Capaian kinerja itu terus diperkuat dengan proyeksi PDRB ekraf pada 2024-2026 menunjukkan tren positif dan terjaga dari Rp8.554,98 miliar (ADHB) pada 2024 menjadi Rp8.747,49 miliar pada 2025.

Selanjutnya, kinerja ekraf diproyeksikan terus meningkat pada 2026 sebesar Rp8.980,61 miliar. Sedangkan ADHK juga diperkirakan naik pada 2025 menjadi 6.775,75 miliar, lalu meningkat di tahun 2026 mencapai Rp6.993,90 miliar.

Kinerja ekraf Kota Malang terus digenjot sejalan dengan memperkuat agenda nasional guna mencapai transformasi dan kematangan ekosistem digital Indonesia.

Seperti dilansir Bagian Prokompim Kota Malang, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut mendeklarasikan komitmen tersebut pada forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan Pemkot Malang sangat siap menjadi bagian gerakan membangun transformasi digital yang mengusung semangat gotong royong dan kolaborasi. Prosesnya melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

DEAL 2026 merupakan wadah kolaborasi antara Kementerian Komdigi dengan pemerintah daerah, industri, akademisi, startup, UMKM, komunitas, dan investor. Tujuannya untuk menyelaraskan agenda pembangunan, penguatan sinergi, dan komitmen lintas pemangku kepentingan.

Melalui DEAL 2026, para pemangku kepentingan mendeklarasikan komitmen kolaborasi sesuai bidang dan peran masing-masing. Pemkot Malang sendiri, menjadi salah satu dari dua pemerintah kota se-Indonesia yang telah memperkuat komitmen kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) Komdigi RI.(*)

Penulis: Bagus SuryoEditor: Ahmad Yakub