Tugusatu.com- Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Jawa Timur, mengumpulkan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dalam ajang bimbingan teknis tematik temu insan kreatif, Rabu (24/6/2026). Gelaran di Mini Block Office lantai 4 Kota Malang itu mengusung tema mencetak pelaku ekonomi kreatif yang andal berbasis digital.
Adapun kegiatan diikuti 71 pelaku ekraf mengusung spirit meningkatkan kapasitas pelaku ekraf yang berdaya saing di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital.
Sekretaris Disporapar Kota Malang, Wahyu Setiawan mengatakan peserta temu insan kreatif dari seluruh kecamatan. Forum ini menjadi wadah strategis bagi pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem kreatif daerah. Dari wadah itu, lanjutnya, terdapat komunitas, industri kreatif, dan perguruan tinggi.
Mereka mengembangkan industri kreatif yang kian tumbuh signifikan di Kota Malang melalui 17 subsektor, yaitu arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film animasi video, fotografi, kriya, kuliner, musik, fesyen, aplikasi, gim, penerbitan, periklanan, televisi dan radio, seni pertunjukan, serta seni rupa. Semua itu terwadahi di MCC sebagai inkubator ekraf sekaligus pusat pengembangan industri kreatif. Struktur subsektor paling dominan, yaitu kuliner sebagai penyumbang terbesar menyusul kriya dan fesyen.
“Di era digital ini, pelaku ekraf harus siap dan adaptif, serta mampu mengembangkan kreativitas maupun berinovasi. Tujuannya agar usaha bisa maju dan berdaya saing karena punya nilai tambah,” tegas Wahyu.
Karena itu, kapasitas para pelaku ekraf harus terus ditingkatkan sehingga mereka bisa adaptif terhadap kemajuan zaman yang menghadirkan teknologi digital dalam berbagai aspek aktivitas kehidupan. Saat ini, pelaku ekraf dituntut mampu memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan memperluas akses pasar sehingga pengembangan produk usaha bisa signifikan.
Wahyu menegaskan temu insan kreatif menjadi sarana dalam memperluas jejaring sehingga menciptakan peluang usaha lebih kuat. Bila Ekraf semakin meluas akan menyerap tenaga kerja yang artinya mengurangi angka pengangguran. Alhasil, imbasnya menumbuhkan perekonomian.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekraf Disporapar Kota Malang Laode Al Fitra menambahkan Ekraf kian tumbuh di Kota Malang. Ekraf bahkan memiliki potensi besar meningkatkan daya tarik sangat tinggi mengingat Kota Malang menjadi Kota Kreatif Dunia Unesco Bidang Media Arts, Clean Air For Big Cities Awards, serta Clean Tourist City Standard.
Pada tahun 2024, pertumbuhan ekraf menunjukkan kinerja positif dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Rp8.554,98 miliar (Atas Dasar Harga Berlaku/ADHB) dan Rp6.516,59 (Atas Dasar Harga Konstan/ADHK) yang masing-masing tumbuh 4,83% dan 6,37% dibandingkan tahun 2023.
Laode mengungkapkan proyeksi PDRB ekraf pada 2024-2026 menunjukkan tren positif dan terjaga dari Rp8.554,98 miliar (ADHB) pada 2024 menjadi Rp8.747,49 miliar pada 2025, selanjutnya diproyeksikan terus meningkat pada 2026 sebesar Rp8.980,61 miliar.
Sedangkan ADHK juga diperkirakan naik pada 2025 menjadi 6.775,75 miliar dan Rp6.993,90 pada 2026. Subsektor kuliner tetap menjadi andalan yang diikuti kriya dan fesyen.(*)






