Bupati Lamongan Berangkatkan Ekspor Produk UMKM

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan lima truk kontainer berisi produk unggulan untuk diekspor ke berbagai negara tujuan. Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan lima truk kontainer berisi produk unggulan untuk diekspor ke berbagai negara tujuan. Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan lima truk kontainer berisi produk unggulan untuk diekspor ke berbagai negara tujuan. Hal itu sekaligus menandai pembukaan EXPOrtiva 2026 di GOR Lamongan, Rabu (10/6).

Sejumlah produk itu di antaranya olahan ikan PT. Bumi Menara Internusa, alas kaki dari PT. Buildyet Indonesia dan PT. Shoetown Mustika Indonesia, dan produk furnitur dari PT. Quality Works.

Adapun produk dari perwakilan UMKM unggulan Lamongan seperti Tenun Ikat Paradila (kain tenun), Koko Nono (olahan kripik), Tikar Ansa (tikar benang), serta Kirana Food (bawang goreng).

Sejumlah negara tujuan ekspor di Amerika, Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik. Sedangkan produk perwakilan UMKM menuju Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, Dubai, juga Somalia.

“Ini membuktikan bahwa kegiatan ekonomi di negeri kita, geliat ekonomi di Jawa Timur, geliat ekonomi di Kabupaten Lamongan ini menunjukkan dinamika yang cukup baik. Kabupaten Lamongan secara angka ekspor yang kita lakukan semakin tahun semakin naik, ini juga menunjukkan bahwa banyak potensi yang bisa kita gunakan untuk melakukan perdagangan ekspor,” ungkap Pak Yes.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Gresik, Asep Munandar menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lamongan, atas terselenggaranya Lamongan EXPOrtiva sebagai wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekspor yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Ia menegaskan salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah dalam hal ini Bea Cukai dan fasilitas kepabeanan, seperti fasilitas kawasan berikat.

“Kami juga bangga, hasil jumlah perusahaan penerima fasilitas tadi (kawasan berikat), seperti PT. BMI kemudian ada PT. Buildyet Indonesia dan PT. Shoetown Mustika Indonesia, dan ada PT Citi Plumb, keempat perusahaan tersebut telah menunjukkan kontribusi yang nyata,” ujarnya.

“Dalam catatan kami hingga Mei 2026 ini perusahaan-perusahaan tersebut telah berhasil menyerap 12.017 tenaga kerja Indonesia dan menghasilkan devisa ekspor sebesar lebih dari Rp965 miliar. Ini memberikan multiplayer efek yang nyata, baik itu dari sisi angka ekspor yang tinggi, kemudian penyerapan kesempatan tenaga kerja. Serta, tentunya akan meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, dan berkontribusi nyata terhadap penerimaan devisa negara,” imbuhnya.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik menjelaskan EXPOrtiva 2026 diikuti oleh 22 tenant yang berisikan 15 program prioritas Kabupaten Lamongan. Termasuk pameran beberapa produk industri unggulan, berbagai pelayanan dari lembaga eksternal seperti ekspor Center Surabaya dan Bea Cukai Gresik, juga 60 tenant yang berisi produk jasa dan UMKM di Lamongan.

“Harapannya dapat memfasilitasi para pelaku industri untuk semakin mengembangkan usahanya di kancah internasional,” ujar Anang.

Lamongan EXPOrtiva 2026 (Batch 3) berlangsung pada 10-14 Juni 2026. Gelaran itu guna mendukung program pengembangan ekspor, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Termasuk menyosialisasikan 15 Program Prioritas Pembangunan Kabupaten Lamongan.

Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo