DPRD Kota Malang Cermati Realisasi APBD 2025 Libatkan TAPD, Penurunan Dana Bagi Hasil Pajak Disorot

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat usai rapat paripurna di gedung dewan, Rabu (24/6/2026). Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat usai rapat paripurna di gedung dewan, Rabu (24/6/2026). Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyatakan segera mempelajari pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 usai rapat paripurna di gedung dewan, Rabu (24/6/2026).

“Kami mempelajari realisasi angka pendapatan. Nanti kita rapat bersama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), komisi bersama mitra kerja,” tegas Amithya usai rapat paripurna.

Amithya menjelaskan rapat bakal membahas detail realisasi anggaran seperti yang telah disampaikan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Pada kesempatan itu, dewan mencermati turunnya pendapatan transfer seperti dana bagi hasil pajak yang ditargetkan Rp157,506 miliar, tapi terealisasi Rp119,030 miliar. Sehingga terjadi kurang target Rp38,475 miliar.

Menurut Amithya, penurunan dana bagi hasil pajak itu bisa jadi imbas aturan dari pemerintah pusat. Karena itu, dewan bakal melihat detail konstruksi pendapatan dan belanja daerah melibatkan TAPD dan komisi di DPRD.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan pelaksanaan anggaran di tengah efisiensi sudah terlaksana dengan baik. Laporan pertanggungjawaban ini realisasi anggaran dari sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan tahun 2025 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Bahkan, Kota Malang meraih prestasi mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian.

Sejauh ini, kinerja pelaksanaan anggaran kebanyakan telah melampaui target. Hal ini, lanjutnya, menunjukkan keberhasilan Pemkot Malang yang senantiasa berkolaborasi dengan DPRD.

“Saya rasa semua berhasil, tentu kolaborasi yang baik dengan legislatif, bagian dari pemerintahan melaksanakan sesuai harapan masyarakat,” tuturnya.

Menurut Wahyu, capaian kinerja yang positif terwujud setelah melakukan berbagai terobosan dalam menyikapi regulasi, selanjutnya melaksanakan amanat dari pemerintah pusat. Alhasil, pembangunan telah dirasakan masyarakat.

Pendapatan daerah Kota Malang ditargetkan Rp2,513 triliun terealisasi 101,15% atau sebesar Rp2,542 triliun. Pendapatan daerah meningkat Rp28,910 miliar dari berbagai sumber pendapatan.

“Target PAD memenuhi target, mudah-mudahan (tren positif) ini terus berlanjut. Ada banyak strategi kita lakukan, kita menggali dan mengoptimalkan beberapa hal yang belum optimal,” ucapnya.(*)

Penulis: Bagus SuryoEditor: Ahmad Yakub