Pemkab Lamongan Kejar Target Swasembada Gula

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi panen tebu di Desa/Kecamatan Mantup. Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi panen tebu di Desa/Kecamatan Mantup. Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mendorong petani melakukan peremajaan tanaman tebu melalui program bongkar ratoon. Upaya itu guna meningkatkan produksi yang pada gilirannya mencapai swasembada gula.

“Kami akan mendorong dengan berbagai fasilitas yang ada termasuk kebutuhan untuk menyukseskan swasembada gula,” tegas Bupati Lamongan Yuhronur Efendi akrab disapa Pak Yes saat panen serentak di Desa/Kecamatan Mantup.

Ia mengajak petani bersama meningkatkan produktivitas guna mencapai target swasembada gula.

“Mari bersama-sama komitmen kita untuk terus menyukseskan di wilayah masing-masing, sehingga swasembada gula ini akan bisa dilakukan dengan baik dan hasilnya lebih baik,” katanya.

Petani tebu di Lamongan menerima bantuan.
Petani tebu di Lamongan menerima bantuan.

Kabupaten Lamongan, Kamis (18/6/2026), melakukan panen tebu di lahan seluas 274,26 hektare dari bantuan Kementerian Pertanian tahun 2025.

Selanjutnya, Lamongan tahun ini mendapat jatah 1.385 ha program bongkar ratoon tebu dari pemerintah pusat. Namun, baru diusulkan 940,18 ha sehingga masih ada kekurangan sekitar 444 ha.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito menyatakan petani bisa memanfaatkan peluang ini bila ingin mengikuti program tersebut.

“Mohon teman-teman yang ingin mendaftarkan lahan, bisa kami usulkan, per hektare dibantu 60 ribu mata tunas dan maksimal dibantu 5 hektare, dengan ongkos upah sekitar Rp4 juta per hektare,” ungkap Mugito.

Saat ini, lanjutnya, Kabupaten Lamongan berhasil mencapai produksi tebu sebanyak 23.318 ton pada tahun 2025. Tantangannya kini, petani lebih memilih menanam jagung yang dianggap lebih menguntungkan ketimbang tebu.

Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo