Indeks Daya Saing Daerah Lamongan Meningkat Lampaui Nasional

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima sertifikat Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima sertifikat Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menorehkan prestasi penguatan pembangunan daerah setelah meraih capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025 di angka 3,81 kategori tinggi. Capaian mengesankan ini melampaui rata-rata nasional 3,50.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima sertifikat IDSD secara langsung dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Momentum ini menunjukkan tren positif yang ditandai dengan angka IDSD Kabupaten Lamongan secara konsisten meningkat selama empat tahun terakhir.

Kinerja tahun 2022, skor IDSD Kota Soto berada pada angka 3,14. Kemudian meningkat menjadi 3,48 pada 2023, lalu naik kembali menjadi 3,64 pada 2024. Selanjutnya, pada tahun 2025 berhasil mencapai 3,81.

“Peningkatan IDSD Kabupaten Lamongan ditopang oleh empat komponen utama,” tegas Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima sertifikat IDSD dari Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima sertifikat IDSD dari Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta.

Komponen utama itu di antaranya aspek lingkungan pendukung, bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat infrastruktur serta menjaga stabilitas ekonomi makro daerah.

Adapun arus investasi menunjukkan tren positif didukung kemudahan perizinan dan kepastian regulasi. Alhasil, kinerja moncer itu menjadikan Kabupaten Lamongan semakin dikenal sebagai daerah yang ramah investasi.

Pada aspek sumber daya manusia, Pemkab Lamongan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan secara merata dan inklusif. Akses yang semakin terbuka menjadi upaya nyata dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sedangkan pada aspek pasar, berbagai program penguatan UMKM terus digencarkan berimbas pelaku usaha naik kelas. Penerapan program mulai dari peningkatan kualitas produksi, penguatan branding, hingga perluasan akses pasar termasuk ke tingkat ekspor. Di sisi lain, kesempatan kerja juga diperluas melalui inkubasi bisnis, pelatihan vokasi, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja.

Sementara itu pada aspek ekosistem inovasi, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kabupaten Lamongan, memiliki peran aktif lantaran konsisten membangun budaya inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Salah satunya melalui agenda Megnotek yang menjadi ruang strategis dalam mempertemukan inovator, teknologi, dan kebutuhan daerah. Tujuannya agar inovasi mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Capaian IDSD 2025 ini merupakan refleksi dari konsistensi pelaksanaan lima belas program prioritas. Program prioritas yang digagas oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil, memastikan pemerataan pembangunan, serta memperkuat harmoni sosial di Kabupaten Lamongan.

“Dengan tren peningkatan yang terus terjaga, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis dapat semakin memperkokoh posisi sebagai daerah yang kompetitif, adaptif, dan berkelanjutan, serta berkontribusi nyata dalam penguatan daya saing nasional,” pungkas Bupati Yuhronur Efendi.(*)

ISSN 3063-2145
Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo