Pengerukan Sedimentasi di Waduk Gondang Lamongan Optimalkan Irigasi

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi akrab disapa Pak Yes meninjau pemasangan alat dredging di Waduk Gondang, Senin (20/7). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi akrab disapa Pak Yes meninjau pemasangan alat dredging di Waduk Gondang, Senin (20/7). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Sedimentasi yang menumpuk di Waduk Gondang, Lamongan, Jawa Timur, segera di keruk menggunakan metode dredging pada Agustus nanti. Pengerukan untuk memaksimalkan volume irigasi pertanian melibatkan Pemkab Lamongan dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Terkait hal itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi akrab disapa Pak Yes meninjau pemasangan alat dredging, Senin (20/7).

“Upaya ini untuk mengembalikan kapasitas Waduk Gondang. Volume awal Waduk Gondang 25 juta meter kubik, sedangkan saat ini 19,7 juta meter kubik,” tegas Pak Yes.

Karena itu, pengerukan sedimentasi menjadi penting agar volume air waduk bisa optimal. Imbasnya, irigasi pertanian bakal tercukupi dengan baik.

Waduk Gondang berpotensi mengairi 10,588 ribu hektare areal sawah di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sugio, Sukodadi, Turi, Kembangbahu, dan Lamongan.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama BBWS akan segera memulai pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang. Waduk memiliki peran penting terhadap irigasi pertanian, sebab pertanian salah satu potensi unggulan di Kabupaten Lamongan,” tuturnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi, menjelaskan pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang merupakan agenda pemeliharaan rutin Pemkab Lamongan. Adapun metode dredging baru pertama kali dilaksanakan pada pengerukan Agustus mendatang.

“Ini yang pertama kalinya pengerukan di Waduk Gondang menggunakan metode dredging. Pemeliharaan akan terus dilakukan, sembari melihat keefektifan metode ini. Karena pengembalian volume awal Waduk Gondang tentu membutuhkan pemeliharaan beberapa kali,” jelasnya.

Ketua Petani Pemakai Air (HIPPA) Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Gondang, Ramijo menyambut baik pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang. Karena pemaksimalan irigasi pertanian memberikan manfaat keberhasilan Musim Tanam (MT) I hingga MT III bagi petani sekitar.

“Dengan adanya pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang, volume air akan bertambah. Sehingga kebutuhan air untuk pertanian akan tercukupi. Karena jika air di Waduk Gondang tidak cukup, maka petani harus mengambil air dari Bengawan Jero dan tentu membutuhkan biaya operasional tinggi,” kata Ramijo.

Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo