Tugusatu.com- Dinas Perhubungan Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan rencana pelaksanaan pelayanan angkot untuk pelajar terus berprogres. Prosesnya terus dimatangkan melibatkan tim konsultan yang mengaudit koperasi paguyuban angkot.
“Masih proses audit eksternal koperasi dari konsultan publik,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Shaleh Putra, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan audit pada koperasi yang menaungi para sopir angkot diperlukan agar ada kepastian hukum. Hal itu sesuai rekomendasi Bagian Hukum Setda Kota Malang. Selanjutnya secara teknis nanti dituangkan dalam Peraturan Wali Kota.
“Saat ini ada empat koperasi masih dalam proses audit. Hasilnya nanti tergantung konsultan,” kata Widjaja.
Rencananya, ada 80 angkot yang dilibatkan guna melayani angkutan gratis pelajar. Para sopir yang terlibat menjadi bagian badan usaha atau koperasi.
Pelayanan angkot untuk pelajar ini menggunakan sistem Buy The Service (BTS). Pemda memberikan subsidi melibatkan pihak swasta dalam pelayanan transportasi perkotaan. Adapun penerapan pelayanan memanfaatkan angkot sebagai feeder yang terhubung langsung dengan selter bus Trans Jatim.
Layanan angkutan sekolah ini bakal menambah armada yang beroperasi saat ini melalui bus dan mobil elf. Armada yang dimiliki Disdikbud sebanyak 13 unit terdiri dari 6 bus sekolah dan 7 unit elf.
Sedangkan layanan angkot yang menerapkan sistem BTS akan menjangkau sekolah yang belum dilewati trayek angkot antara lain SMP Negeri 27 Malang dan SMP Negeri 22 Malang. Bahkan, sejumlah SD yang belum dilewati jalur angkot juga dilayani.






