Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia Jatim Dukung Total Keberhasilan Program MBG

Ketua DPW Gapembi Jatim, Makhrus Sholeh (kiri), menyerahkan SK Pengurus DPC Gapembi Kab. Probolinggo, kepada Ketua Gapembi setempat, Wahid Nurrahman, pada pelantikan pengurus DPC Gapembi Kab. Probolinggo di Probolinggo, Senin (20/7/2026). Istimewa
Ketua DPW Gapembi Jatim, Makhrus Sholeh (kiri), menyerahkan SK Pengurus DPC Gapembi Kab. Probolinggo, kepada Ketua Gapembi setempat, Wahid Nurrahman, pada pelantikan pengurus DPC Gapembi Kab. Probolinggo di Probolinggo, Senin (20/7/2026). Istimewa

Tugusatu.com, PROBOLINGGO—Pengurus  Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Jatim berkomitmen untuk mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat penguatan organisasi dengan kinerja yang baik dan dipercaya masyarakat.

Ketua DPW Gapembi Jatim, Makhrus Sholeh, mengingatkan agar langkah yang perlu dilakukan Gapembi, Kab. Probolinggo, untuk melakukan  penguatan struktur organisasi.

“Pelantikan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses membangun organisasi yang solid,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026). Pernyataannya itu disampaikan saat melantik pengurus DPC Gapembi Kab. Probolinggo, di Probolinggo, Senin (20/7/2026).

Dia berharap, seluruh pengurus Gapembi Kab. Probolinggo harus segera memperkuat struktur organisasi, memperjelas tugas dan fungsi masing-masing bidang, serta membangun koordinasi yang baik hingga ke tingkat paling bawah.

Makhrus menegaskan, organisasi yang kuat lahir dari struktur yang sesuai dengan kekuatannyaa. Pimpinan adalah dia yang bisa menemukan dan mengkomunikasikan potensi atau kekuatan seseorang dengan amat jelas, sehingga seorang itu bisa mengetahui hal itu dengan sendirinya.

Selain itu, dia berharap, , segera melaksanakan rapat koordinasi untuk menyusun target program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang.

Menurutnya, organisasi yang besar harus memiliki arah yang jelas.

“Jadikan GAPEMBI sebagai organisasi yang aktif, responsif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan Masyarakat,” ujarnya.

Makhrus juga mengingatkan, program MBG bukan hanya program biasa. Ini adalah program strategis yang menyangkut masa depan generasi bangsa.

“Namun di sisi lain, program ini juga berada dalam sorotan publik, menghadapi berbagai tantangan dalam tata kelola, keberlanjutan, dan kepercayaan masyarakat,” katanya.

Dia juga meminta, pengurus DPC harus menjadi contoh dalam menjalankan organisasi secara profesional yang dibangun melalui kerja yang bersih dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang benar dan terbuka.

Di tengah derasnya informasi, bahkan misinformasi, dia mengingatkan, pengurus GAPEMBI di daerah khususnya di Kabupaten Probolinggo harus menjadi sumber yang pasti.

“Sampaikan fakta, luruskan yang keliru, dan tunjukkan bahwa program ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.” ucapnya.

MBG, dia menegaskan, jelas bermanfaat bagi masyaraka. Dia mencontohkan, petani sayur. Dulu sebelum ada MBG harga sawi hanya Rp2.500/ikat, namun setelah ada MBG harga sawi bisa mencapai Rp7.000/ikat dan harganya stabil.

Karena itu, Makhrus meyakinkan, MBG perlu dipahami sebagai program dengan manfaat ganda. Di satu sisi, negara hadir untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Di sisi lain, program ini membuka peluang ekonomi baru bagi desa.

Dia juga meminta agar pengurus Gapembi hadir dan memperjuangkan kepentingan anggota. Pengurus DPC tidak boleh berjarak dari realitas di lapangan.

“Pastikan mitra dan pelaku program tidak berjalan sendiri,” ujarnya mengingatkan.

Penulis: AnamEditor: Tim Redaksi