Pemkab Lamongan Ajak Pemangku Kepentingan Jaga Swasembada Pangan di Tengah Ancaman Kekeringan

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tin Latifah meninjau Embung Sumengko di Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/4). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tin Latifah meninjau Embung Sumengko di Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/4). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, berkomitmen menjaga produksi pangan di tengah tantangan musim kemarau berimbas kekeringan dan krisis air.

“Tahun ini penting kita hadapi kemarau yang ekstrem. Kita semua harus turun agar swasembada pangan tetap terselamatkan,” tegas Bupati Lamongan Yuhronur Efendi akrab disapa Pak Yes.

Karena itu, Pemkab Lamongan mengajak pemangku kepentingan bersama mengantisipasi potensi kekeringan. Hal itu dilakukan guna memastikan swasembada pangan berkelanjutan.

Saat ini, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya melibatkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dalam konteks ini, Pemda diingatkan adanya ancaman potensi perubahan cuaca yang ditandai hujan intensitas tinggi, lalu terjadi panas ekstrem diprediksi berlangsung berkepanjangan.

Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan daerah dalam menjaga produktivitas pertanian, yakni tercukupinya air irigasi. Untuk itu, keberadaan embung yang berfungsi optimal menjadi vital dalam menghadapi potensi kekeringan.

Guna memastikan itu, Pak Yes bersama Kementerian Pertanian meninjau Embung Sumengko di Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/4).

Pada kesempatan itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tin Latifah, menjelaskan fenomena El Nino moderat bukan mengarah ekstrem. Dampaknya masih bisa diantisipasi melalui berbagai upaya optimalisasi sumber daya yang ada.

“El Nino yang akan kita hadapi bersifat moderat, sehingga masih bisa diupayakan dengan berbagai upaya, termasuk pemanfaatan lahan kering dan dukungan sarana prasarana pertanian,” jelasnya.

Tin Latifah saat meninjau Embung Sumengko menegaskan pentingnya optimalisasi fungsi sumber air, termasuk waduk dan embung yang saat ini mengalami kendala akibat pertumbuhan eceng gondok.

Pemanfaatan teknologi irigasi, lanjutnya, menjadi solusi seperti pompanisasi dan irigasi perpipaan. Tujuannya agar dapat mendukung dan mencukupi kebutuhan air untuk pertanian.

Di sisi lain, Pemkab Lamongan berupaya melakukan normalisasi aliran sungai dengan mengeruk sedimentasi dan pelebaran. Sungai yang alirannya lancar bakal berfungsi optimal mengairi lahan pertanian.(*)

ISSN 3063-2145
Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo