Bupati Lamongan: Jemaah Haji Meningkat Indikator Masyarakat Sejahtera

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan lima kloter jemaah haji di Pendopo Lokatantra, Rabu (29/4). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan lima kloter jemaah haji di Pendopo Lokatantra, Rabu (29/4). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan lima kloter jemaah haji di Pendopo Lokatantra, Rabu (29/4). Adapun dua kloter akan diberangkatkan pada Kamis, dan satu kloter terakhir pada Jumat.

“Hari ini, hari yang dinantikan. Panggilan Allah SWT akhirnya terlaksana. Semoga seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sebagaimana harapan kita bersama,” tegas Bupati akrab disapa Pak Yes saat memberangkatkan kloter 30 dan kloter 31.

Menurut Pak Yes, momentum keberangkatan ini merupakan penantian panjang yang akhirnya terwujud bagi para jamaah. Ia berharap, seluruh jemaah selamat dan lancar dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Kami berharap seluruh jemaah haji Kabupaten Lamongan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta mampu menjalankan ibadah dengan khusyuk hingga kembali ke tanah air,” tegasnya.

Tahun ini, jemaah haji Lamongan meningkat. Ini menjadi indikator naiknya kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini jemaah haji Lamongan meningkat hampir seribu jamaah. Ini menjadi tanda kemakmuran masyarakat Lamongan yang patut kita syukuri bersama,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur mengungkapkan total jemaah haji Lamongan tahun sebanyak 2.758 orang, terdiri dari 1.247 jemaah laki-laki dan 1.511 jemaah perempuan. Seluruhnya terbagi dalam delapan kloter, yakni kloter 30 hingga kloter 37.

Adapun rincian jemaah per kloter yaitu kloter 30 sebanyak 222 jamaah, kloter 31 sebanyak 376 jamaah, kloter 32 sebanyak 375 jamaah, kloter 33 sebanyak 375 jamaah, kloter 34 sebanyak 374 jamaah, kloter 35 sebanyak 376 jamaah, kloter 36 sebanyak 375 jamaah, dan kloter 37 sebanyak 285 jamaah.

Abdul Ghofur menyampaikan pada penyelenggaraan haji tahun ini, pemerintah mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Haji Ramah Disabilitas, dan Haji Ramah Perempuan”.

Selain itu, skema murur dan tanazul diterapkan guna memberikan kemudahan bagi jemaah, khususnya kelompok rentan. Skema murur memungkinkan jemaah tidak bermalam di Muzdalifah dan langsung menuju Mina. Sedangkan tanazul memungkinkan jemaah tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel.

Dalam mendukung pelayanan jemaah, turut disiapkan petugas haji, yang terdiri dari PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) 13 orang, TKHK (Tenaga Kesehatan Haji Kloter) 13 orang, PHD (Petugas Haji Daerah) 8 orang, dan PIH KBIHU (Pembimbing Ibadah Haji KBIHU) 10 orang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lamongan juga menyerahkan penghargaan kepada jemaah tertua dan termuda. Jemaah tertua yakni Mujiono bin Purwo (90) asal Kedungpring, dan jemaah termuda Najwa Amelia binti Nur Huda (17) asal Solokuro.(*)

ISSN 3063-2145
Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo