Tugusatu.com- Perum Bulog Cabang Malang, Jawa Timur, mengejar target penyerapan optimal beras dan jagung pada musim panen pertama tahun ini.
“Pengadaan beras sudah 66 persen atau 55 ribu ton setara beras dan jagung 600 ton atau 8,6 persen,” tegas Pemimpin Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, kemarin.
Ia menjelaskan target penyerapan beras di Malang sebanyak 76 ribu ton, sedangkan jagung ditargetkan menyerap 7 ribu ton sampai akhir tahun ini.
Karena itu, Bulog bakal mengoptimalkan penyerapan beras dan jagung pada musim panen pertama ini. Target penyerapan diharapkan selesai pada Mei-Juni. Hal itu dilakukan guna memudahkan penyerapan pada musim panen kedua meski prosesnya harus bersaing dengan pasar.
Sejauh ini, penyerapan beras relatif lancar. Tantangannya, justru pada jagung. Petani di Malang lebih demen menanam jagung manis ketimbang jagung untuk pakan ternak.
Di sisi lain, penyerapan jagung di Jatim oleh Bulog sedikit melambat lantaran sekarang memasuki akhir musim panen. Sudah begitu, Bulog bersaing dengan industri makanan yang juga menyerap komoditas tersebut.
“Jagung kendala kita di Jatim, panen sudah habis,” ucapnya.
Ia mengungkapkan percepatan penyerapan jagung sempat mengalami kendala karena Bulog harus menyediakan tempat khusus. Pasalnya, gudang yang ada untuk beras.
Kendati demikian, stok jagung di Bulog Malang kian bertambah setelah merealisasikan penyerapan pada April mencapai 600 ton dari sebulan sebelumnya sebanyak 542 ton.
Dengan posisi stok itu, Bulog Malang optimistis memenuhi target 7 ribu ton sampai akhir tahun karena Bulog Jatim bakal mendapat suplai jagung dari Nusa Tenggara Barat.
Bulog menyerap jagung hasil panen petani guna mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Keperluannya untuk memenuhi kebutuhan peternak skala mikro khususnya yang memiliki populasi ayam antara 500 hingga 1.000 ekor.
Pembelian jagung pipilan kering di tingkat petani sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 216 Tahun 2025. Harga dipatok Rp5.500 per kilogram untuk kadar air 18-20 persen. Sementara itu, HPP jagung di gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen serta kandungan aflatoksin maksimal 50 part per billion (ppb).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan dua peternak di wilayah Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang telah menerima bantuan program SPHP jagung tahun 2025.
“Dua peternak ayam dengan populasi masing-masing 1.000 ekor menerima bantuan jagung sebanyak 3,6 ton,” jelasnya.
Soal penyaluran bantuan tahun 2026, pihaknya masih menunggu pengajuan kebutuhan dari peternak yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Selanjutnya, pengajuan itu dikirim ke Badan Pangan Nasional (Bapanas).






