Harga Beras Stabil, Pembelian Agak Melambat di Kota Malang

Bulog Malang bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota sidak di Pasar Bunulrejo, Kota Malang. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo
Bulog Malang bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota sidak di Pasar Bunulrejo, Kota Malang. Foto: Tugusatu/Bagus Suryo

Tugusatu.com- Penjualan beras di pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur, relatif stabil meski sedikit melambat.

Supriyono, pedagang beras di pasar itu mengatakan konsumen yang membeli beras tiap harinya rata-rata sekitar 30 sak kemasan 5 kg. Padahal sebelumnya pembelian beras bisa mencapai 50 sak per hari.

Menurut Supriyono, ada kemungkinan konsumen menunda pembelian lantaran masih memiliki stok dari belanja pada Lebaran lalu. Bahkan, menjelang Lebaran, Bulog Malang menyalurkan bantuan pangan sebanyak 12.574 ton beras dan 2,5 juta liter minyakita kepada 623.725 penerima manfaat. Setiap penerima bantuan mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyakita.

“Mungkin masyarakat belum waktunya beli beras. Kemungkinan, Mei nanti, penjualan beras meningkat lagi,” tutur Supriyono, Senin (20/4/2026).

Saat ini, harga beras stabil sehingga terjangkau oleh masyarakat. Beras kemasan 5 kg merek lahap premium dijual Rp78 ribu, dan mentari Rp77 ribu.

Kebanyakan konsumen, lanjutnya, membeli beras medium kemasan 5 kg seperti merek pak tani Rp70 ribu dan topas Rp72 ribu.

“Stok beras saya masih 3 ton dari sebelumnya cepat terjual, tadi ada kiriman lagi,” ujarnya.

Begitu juga penjualan beras SPHP Bulog turut melambat kendati harganya lebih murah ketimbang beras komersial lainnya.

“Tren penjualan SPHP mengalir tapi tak secepat sebelumnya. Saya hanya minta 75 sak kemasan 5 kg, beras masih tersedia dari sebelumnya dikirim 100 sak cepat habis,” ungkapnya.

Supriyono mengapresiasi kecepatan Bulog Malang dalam melayani permintaan pedagang.

“Kinerja Bulog Malang harus dipertahankan seperti sekarang ini peduli pada pedagang dan konsumen. Bulog responsif melayani permintaan beras SPHP dan minyak goreng, tetap menjalin komunikasi yang baik dengan pedagang,” ucapnya.

Sedangkan soal minyakita, stok masih tersedia dari pengiriman sebanyak 25 dus, isi 12 minyakita volume 1 liter per dus. Saat ini tersisa 7 dus minyakita sejak dikirim tiga hari lalu karena animo pembelian sangat tinggi.

Saking banyaknya permintaan, pedagang sampai membatasi pembelian maksimal 2 liter per orang.

“Minyakita ada, masih tersedia meskipun permintaannya tinggi. Pembelian saya batasi 2 liter agar merata. Kasihan ibu-ibu yang ingin minyak goreng murah,” imbuhnya.

Saat ini, Bulog Malang mengirim minyak goreng minyakita secara cepat sesuai permintaan pedagang.

Pemimpin Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman menyatakan stok beras sangat aman dan melimpah. Posisi stok beras mencapai 79 ribu ton. Sedangkan pengadaan beras dan gabah terus bergulir menambah stok, kini terealisasi 55 ribu ton atau 66 persen sampai April dari target 76 ribu ton tahun ini.

Bulog juga menyalurkan minyakita di pasar tradisional sebanyak 9.000 liter dan kuota akan terus ditambah. Di Kota Malang, akan ada penambahan 24 ribu kardus untuk kebutuhan periode dua pekan.

ISSN 3063-2145
Penulis: Bagus SuryoEditor: Ahmad Yakub