Meriah! 1.447 Porsi Nasi Boran Dibagikan Gratis di Lamongan, Ini Alasannya

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka Boranan Agung di halaman Masjid Agung Lamongan, Minggu (15/3). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka Boranan Agung di halaman Masjid Agung Lamongan, Minggu (15/3). Foto: Tugusatu/Ahmad Yakub/ist

Tugusatu.com- Ribuan warga memadati halaman Masjid Agung Lamongan, Minggu (15/3) petang. Mereka antusias mengikuti kegiatan Boranan Agung yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Dalam acara tersebut, sebanyak 1.447 porsi Nasi Boran dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk syukur atas ditetapkannya Nasi Boran sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang membuka langsung acara mengatakan, pengakuan ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Lamongan.

“Hari ini kita syukuran, nazar karena Nasi Boranan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nusantara. Jadi selain soto dan wingko, kini Nasi Boran menjadi milik masyarakat Lamongan,” ujarnya.

Dengan penuh semangat, ia pun secara simbolis memulai pembagian nasi kepada warga.

“Bismillahirrahmanirrahim, Boran Agung dengan 1.447 bungkus nasi saya nyatakan dimulai,” tegasnya.

Tak hanya berbagi, dalam kesempatan tersebut, bupati memberikan penghargaan kepada Kepala Desa Sumberejo sebagai sentra penjual Nasi Boran di Lamongan.

Menariknya, kegiatan Boranan Agung ini tidak berhenti sampai di sini.

Sekretaris Daerah Lamongan Moh. Nalikan memastikan acara ini akan menjadi agenda tahunan.

“Ke depan akan kita laksanakan setiap tahun sebagai upaya nguri-uri budaya, agar generasi penerus tetap mencintai Nasi Boranan,” ungkapnya.(*)

ISSN 3063-2145
Penulis: Ahmad YakubEditor: Bagus Suryo