Tugusatu.com- Pasokan beras menjelang Lebaran 2026 di Kota Malang, Jawa Timur, tersendat. Bahkan, sejumlah merek beras sudah tidak tersedia di lapak milik pedagang.
“Beras merek mentari, lombok, dan bintang, tidak ada barang. Pasokan telat, dalam dua pekan ini tidak dipasok,” tegas Supriyono, pedagang beras di pasar Bunulrejo, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan pasokan beras berkurang sejak awal Ramadan. Pedagang minta 100 sak, akan tetapi hanya dikirim 20 sak sampai akhirnya tidak ada pengiriman.
Padahal, beras merek mentari, lombok, dan bintang menjadi andalan lantaran konsumennya lumayan banyak, dan tingkat lakunya tinggi.
“Stok beras masih ada, tapi beragam merek. Sekarang stok saya tersisa sekitar 2 ton,” katanya.
Selain beras medium dan premium komersial, pasokan beras SPHP Bulog pun terhenti sejak dua pekan ini. Menurut pedagang, pasokan beras tersendat lantaran ada kemungkinan untuk operasi pasar dan gerakan pangan murah di kelurahan maupun kecamatan.
“Tidak ada kiriman. SPHP kirim terakhir 23 Februari 100 sak kemasan 5 kg,” ujarnya.
Kendati demikian, pedagang meraup rezeki dari tingginya animo konsumen dalam membeli beras kemasan 3 kg. Beras itu untuk keperluan zakat fitrah.
“Permintaan beras 3 kg meningkat. Saya sudah menjual 500 sak beras merek lahap, mentari, melon, dan enak. Harga mulai Rp46 ribu sampai Rp50 ribu,” pungkasnya.
Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyatakan Pemkot Malang gencar melakukan stabilisasi harga dan pasokan sembako terutama menjelang Lebaran. Selain gerakan pangan murah, masyarakat bisa membeli bahan pangan dengan harga terjangkau melalui operasi pasar di tiap kecamatan.
Operasi pasar menggelontor 1.300 paket sembako berisi 5 kg beras premium lele lokal, 1 kg beras premium KBA, dan 2 liter minyak goreng alco dijual Rp50 ribu per paket dari harga normal Rp150 ribu. Harga lebih murah karena disubsidi oleh Pemkot Malang.






